Salute! Disiplinnya Warga Mojokerto Wajib Ditiru Orang Jakarta
Jakarta, Harian Umum-Sebuah tayangan video dalam aplikasi tictoc ternyata bisa menggugah kesadaran bangsa Indonesia untuk berdisiplin. Salah satunya, tayangan video yang direkam pada salah satu ruas jalan di Mojokerto.
Aparat setempat membuat tanda-tanda agar sepeda motor berhenti pada ruas yang ditandai. Saat lampu lalu lintas menyala merah, warga Mojokerto terlihat patuh menghentikan kendaraannya pada tanda yang disiapkan. Semacam phisical distancing. Terlihat rapi dan elegan, meski ada di kota kecil. Bagaimana dengan warga Jakarta?
Video yang diunggah Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B Prasodjo itu menarik banyak perhatian warganet. Dalam akun Facebooknya, Imam menuliskan catatan tanda-tanda. Dia menyebutkan, perbedaan manusia dan hewan yang paling mencolok adalah kemampuan mengenali, memahami dan mengingat tanda tanda, simbol simbol, atau konsep konsep.
“Dan Dia (Tuhan) mengajarkan kepada Adam semua nama-nama (benda)” (Q.S Al-Baqarah:31). Atau mengajari "tanda tanda". Kemampuan berabstaksi inilah kelebihan yang diberikan Tuhan kepada manusia," tulis Imam.
Menurutnya, untuk mengatur kehidupan manusia, harusnya cukup dengan memasang tanda tanda. Bila di jalan ada tanda ⛔ artinya "tidak boleh melintas" atau bila ada tanda 🚭 artinya "tak boleh merokok" dan seterusnya. Diakuinya, kemampuan manusia untuk mengenali tanda-tanda itu seringkali tak serta merta diiringi sikap patuh dan disiplin dalam mengikuti perintah tanda tanda itu.
"Walaupun setiap manusia dianugrahi kemampuan sama untuk mengenali tanda tanda, tetapi tiap manusia dapat berperilaku beda. Di dunia ini ada bangsa yang sulit sekali bersikap patuh dalam mengikuti tanda yang menjadi aturan bersama. Untunglah. Yang tampak dalam video ini, sepertinya manusia. Mereka patuh menetapi tanda tanda yang sudah diberikan. Hebat deh manusia Mojokerto," katanya. (hnk)







