Jakarta, Harian Umum- Partai Gerindra disarankan membujuk Ustad Abdul Somad (UAS) agar mau diduetkan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019, karena jika Ustad Sejuta Umat itu mau menjadi Cawapres Prabowo, maka peluang duet Prabowo-UAS memenangkan Pilpres sangat besar.
"Peluang menang bisa 99%," ujar Ketua Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto, kepada harianumum.com melalui telepon, Selasa (31/7/2018).
Menurut aktivis yang akrab disapa SGY ini, UAS bisa membantu Prabowo mendongkrak perolehan suaranya di Pilpres tahun depan, karena selain memiliki sangat banyak jamaah dan merupakan seorang ulama kharismatik, juga merupakan tokoh independen (non Parpol), berwatak rendah hati dan ulama dengan pendidikan tingkat internasional karena meraih strata 1 (S1) di Universitas Al-Azhar, Mesir; dan S2 di Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania, Maroko.
"Jadi, syarat dia untuk mendapat tiket sebagai Cawapres sudah lengkap," jelas SGY.
Selain hal tersebut, menurut aktivis berkaca mata ini, UAS pantas mendampingi Prabowo karena Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais pun mendukungnya untuk maju di Pilpres 2019 bersama Prabowo.
"Jadi, sekarang tinggal bagaimana Gerindra dan Prabowo membujuk UAS," tegas dia.
Seperti diketahui, hasil ijtima GNPF-Ulama pada 27-29 Juli 2018 di Jakarta merekomendasikan Prabowo sebagai Capres di 2019, dan UAS serta politisi PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai Cawapresnya.
UAS telah menhatakan menolak rekomendasi itu karena ingin tetap berdakwah, sementara Salim menerima. Politisi PKS Abu Bakar Al Habsy bahkan mengatakan, jika nanti pasangan Prabowo-Salim Segaf Al Jufri telah didaftarkan ke KPU, PKS akan langsung tancap gas untuk memenangkannya.
"Rekomendasi hasil ijtima Ulama tersebut merupakan representasi kepercayaan umat terhadap PKS. Oleh karenanya, kami pastinya akan mengkonsolidasikan mesin partai dengan optimal," ujar Aboe Bakar Al Habsyi, Senin (30/7/2018).
Namun hingga kini Prabowo sendiri belum menentukan akan memilih Salim ataukah sebaliknya, meski Prabowo telah bertemu polItikus PKS itu, karena katanya, ia masih akan mempelajari rekomendasi yang diberikan.
Selain itu, ia juga ia ingin bertemu UAS untuk membicarakan soal rekomendasi itu
"Saya harus ketemu (UAS) dulu untuk mendiskusikan itu," katanya, Senin (30/7/2018). (man)







