Teheran, Harian Umum - Iran kembali menggempur fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Yordania, Kamis (23/7/2026), sebagai balasan atas serangan AS ke wilayahnya yang terus berlanjut.
Pada Rabu (22/7/2026), AS membombardir tiga provinsi di Iran, yakni Hormozgan, Bushehr, dan Khuzestan.
Serangan itu dikabarkan menghantam pembangkit listrik yang berada di dekat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr, dan menyerang sejumlah kapal tunda yang digunakan untuk menarik kapal nelayan.
"Pasukan AS tampaknya salah mengidentifikasi kapal-kapal tersebut sebagai kapal cepat yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)," kata Fars News, Kamis (23/7/2026).
Mengutip keterangan IRGC, Fars juga mengabarkan bahwa fasilitas militer AS yang digempur IRGC di Kuwait berada di tiga lokasi, yakni di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kamp Al-Udairi, dan Kamp Arifjan, sedang fasilitas militer AS yang dibombardir IRGC di Yordania berada di Kamp Doha.
Kerusakan yang diciptakan Iran terhadap keempat lokasi ini sangat luar biasa.
Di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Kamp Arifjan, drone-drone IRGC menghancurkan depot peralatan militer berukuran besar, sistem pertahanan udara Patriot, dan hanggar yang menampung drone MQ-9 AS, sedang Kamp Al-Udairi yang menjadi lokasi di mana pasukan AS ditempatkan, drone-drone Iran menewaskan dan melukai beberapa personel militer AS, serta menyebabkan kerusakan parah pada beberapa helikopter dan drone AS.
"Kehancuran di Kuwait memusnahkan cadangan bahan bakar strategis militer AS, menghancurkan cadangan amunisi dan perbekalan utama, fasilitas perawatan helikopter, dan aset pertahanan udara penting, termasuk sistem rudal Patriot, unit radar THAAD, sistem C-RAM, dan hanggar drone MQ-9. Selain itu, barak pasukan dan infrastruktur komunikasi yang mendukung pasukan asing ini juga menjadi sasaran langsung," kata Fars.
Sementara serangan ke Kamp Doha juga menyasar tentara dan aset militer AS.
"Para pejuang Iran juga menargetkan menara komunikasi sebagai respon atas serangan AS terhadap menara komunikasi di Iran,” imbuh Fars mengutip IRGC.
Iran bantah langgar teritorial Kuwait
Dalam pernyataannya, IRGC juga membantah tudingan bahwa serangannya ke Kuwait melanggar kedaulatan dan integritas teritorial negara itu, karena menurutnya, pangkalan militer AS di negara asing merupakan pelanggaran terhadap kemerdekaan negara tersebut.
“Terkadang diklaim bahwa Iran, melalui serangannya, telah melanggar kemerdekaan, integritas teritorial, dan kedaulatan negara-negara itu. Namun, penilaian ini sepenuhnya salah. Dari perspektif kami, kemerdekaan, integritas teritorial, dan kedaulatan negara Anda sepenuhnya dihormati, akan tetapi pangkalan AS beroperasi di bawah kendali Amerika, bukan di bawah otoritas negara tuan rumah. Oleh karena itu, Amerika Serikat-lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami," tegas IRGC.
"Kami menyerang wilayah yang diduduki oleh pasukan AS, sebuah pasukan yang tidak tahu apa-apa selain melakukan kejahatan," imbuhnya. (man)







