Jakarta, Harian Umum - Pengamat Politik dan Hukum Andi Syahputra menyebut bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) pengganti Purbaya Yudhi Sadewa, yakni Suahasil Nazara (SN), adalah "kader khusus" mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (SMI).
"SN itu neolibs (neoliberalisme, red). Sedari dulu sudah menjadi kader SMI dan menempel ke mana SMI menjabat. Ini satu fakta yang tidak bisa diabaikan jika ditelisik dari rekam jejaknya sejak masih di FEUI (Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia)," kata Andi dikutip dari keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, Suahasil bukan wajah baru di pemerintahan. Pada 2019, ketika Jokowi masih menjadi Presiden, Sri Mulyani merekomendasikan Suahasil untuk diplot menempati posisi wakil Menteri Keuangan sebagai portofolio, sebelum menjadi Menkeu.
Saat itu, jelas Andi, Suahasil merupakan kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu.
"Bersama SMI, SN adalah sosok di balik penolakan Ditjen Pajak diusulkan untuk dipisah dari Kemenkeu dan diubah atau dilebur menjadi sebuah lembaga mandiri yang disebut Badan Penerimaan Negara (BPN) atau Lembaga Penerimaan Negara (LPN), yang nantinya akan bertanggung jawab langsung di bawah Presiden," beber Andi.
Artinya, menurut Andi, Suahasil adalah “kader khusus” yang ditempatkan Sri Mulyani untuk melakukan reformasi perpajakan, dan menjadi bagian dari mesin pemerintahan Jokowi sejak Kabinet Indonesia Maju.
"Setelah pemerintahan berganti, SN ternyata tetap bertahan lantaran dia sudah jadi pejabat senior di Kemenkeu. Meski dalam banyak kebijakan berseberangan dengan Purbaya, namun Purbaya kerapkali mendapat masukan dari SN terkait reformasi fiskal dan perpajakan selaras dengan pemikiran neolibs; tajam ke wong cilik, tumpul ke oligarki/investor," jelas Andi.
Selanjutnya, kata Andi, Suahasil kembali menjadi Wamenkeu di Kabinet Merah Putih setelah dilantik pada Oktober 2024. Kendati pernah menolak gagasan PS terkait pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN), PS justru melantiknya menjadi Menkeu menggantikan Purbaya.
"Boleh jadi lantaran punya koneksi dengan komunitas pemikir neolibs global dan rekom dari Chatib Basri, SN ditugaskan untuk menghidupkan kembali pembentukan BPN. Karena, laba Danantara dan family office yang akan dibentuk kelak tidak dimasukkan sebagai pendapatan negara yang bukan dikelola oleh Kemenkeu, tapi menjadi domain BPN," pungkas Andi.
Seperti diketahui, pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menkeu mengejutkan banyak orang, karena orang-orang yang diharapkan publik segera direshuffle Prabowo, seperti Manteri Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, justru tetap bertengger di posisinya.
Publik makin keras mengeritik Prabowo karena pencopotan Purbaya dilakukan melalui telepon, saat sang Menkeu sedang rapat dengan DPD RI.
Belakangan, Purbaya mengungkap kalau dirinya dicopot karena pada 10 September lalu dia melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Kemenkeu, khususnya di Bea Cukai dan Ditjen Pajak. (rhm)







