Way Kanan, Harian Umum - Untuk kali pertamanya, orang nomor satu Lampung sejak dirinya dilantik, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Way Kanan, sekaligus Pulang Kampung, yakni di Kampung Negara Batin, Kecamatan Negara Batin, Jum'at ( 17/7).
Rombongan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi di dampingi Ketua PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, disambut langsung Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya dan Edward Anthoni beserta jajaran, bertempat di Sesat Peranti Gawi Balai Adat Kampung Negara Batin.
Dalam sambutannya Arinal Djunaidi menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah Lampung masih fokus dalam penanganan Covid-19, dalam rangka memutus Pandemi tersebut, yang berdampak sangat luas dalam kehidupan masyarakat.
“Untuk mengantisipasi itu, kita sudah melakukan langkah langkah strategis. Hal itu di buktikan Lampung mampu meraih predikat terbaik penanganan Covid-19 se-Indonesia, oleh karena kita akan selalu mengedepankan protokol kesehatan dengan cara, Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan dan lainnya,”katanya.
Selain itu, lanjut Arinal Djunaidi, untuk meningkatkan sektor perekonomian kerakyatan, Pemrov Lampung juga akan selalu meningkatkan sektor pertanian, khusus untuk Way Kanan, saat ini untuk sektor pangan masih tertinggal, "sebagai putra daerah Way Kanan dan memiliki dasar disiplin ilmu dipertanian, maka saya akan berjuang meningkatkan sektor pertaniannya dan perjuangkan ekonomi kerakyatan di Way Kanan Ini,” terangnya.
Dalam kesempatan itu Arinal Djunaidi juga berjanji segera membangun sarana dan prasarana jalan-jalan utama yang ada di Kecamatan Negara Batin, Negeri Besar dan Pakuan Ratu, sehingga arus lalulintas akan lancar untuk ke dan dari ketiga kecamatan tersebut. "Mohon doanya agar saya di berikan kesehatan, agar saya bisa melakukan pembangunan di Lampung ini,” tegasnya.
Pada kegiatan kunjungan kerja dan pulang kampung tersebut, diseragkan pula bantuan Sembako sebanyak 100 paket, 10 Unit ternak ikan dalam ember bantuan di bidang perikanan, bidang pertanian diantaranya bibit jeruk, durian, alpukat, klengkeng dan pestisida. Dan untuk bidang petenarkan, sapi lokal, sapi bali, kambing dan itik. Serta di bidang kesehatan ada pembagian APD.







