Jakarta, Harian Umum - Legislator di Kebon Sirih mengharap Pemerintah provinsi DKI memperhitungkan potensi banjir saat cuaca ekstrem.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengingati, sebelumnya pernah berkunjung titik banjir di Kedoya Selatan. Banjir capai pinggang orang dewasa.
"Banjir itu menyebabkan beberapa ratus orang pindah dan mengganggu kegiatan masyarakat," tutur ia, Rabu (15/10).
Kevin minta Pemerintah provinsi DKI memerhatikan daerah itu. Sejumlah titik di Jakarta Barat riskan banjir karena limpahan kali. Hal tersebut karena infrastruktur pengontrol air belum mencukupi.
"Pengamatan secara langsung di lapangan menunjukkan tanggul yang ada telah lebih rendah dibanding permukaan air. Mungkin, hal tersebut dapat ditinggikan nanti," ungkapkan ia.
Menurut Kevin, masyarakat Jakarta Barat memerlukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur pengendali air. Ditambah hadapi cuaca ekstrem yang mempunyai potensi menimbulkan banjir.
Dia menyorot penimbunan sampah di kali dan saluran air yang ikut jadi parah genangan di daerah itu.
Pada intinya, sambung Kevin, banjir tidak sekedar karena kurang infrastruktur yang ideal. Pembuangan sampah oleh masyarakat yang menetap disekitaran ke kali mengakibatkan aliran air mampet.
"Ini yang selanjutnya membuat kalinya meluap," pungkas ia.
Karenanya, Kevin menggerakkan Pemerintah provinsi DKI supaya tingkatkan intensif pengerukan dan pembersihan aliran air sebagai cara antisipatif hadapi kekuatan imbas La Nina.
"Pemerintah provinsi DKI mungkin bisa tingkatkan intensitas pengerukan kali sekalian bersihkan aliran-saluran air itu supaya tidak ada penyumbatan saat cuaca berlebihan yang diprediksi terjadi sebentar lagi tiba," ujar ia.







