Jakarta, Harian Umum - Astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo, mengatakan, narasi bahwa Bumi akan gelap pada 8 - 10 April 2024 adalah hoaks.
Narasi itu beredar di platform media sosial TikTok dan X.
Menurut akun X @infoastronomy, gelapnya Bumi berkaitan dengan adanya Gerhana Matahari, sedang akun TikTok @your_fave_shop menyebutkan bahwa kegelapan akan menyelimuti Bumi ketika planet ini melintasi sabuk foton.
"Saat ini tidak ada mekanisme kelangitan yang bisa menyebabkan Bumi mengalami kegelapan selama tiga hari. Apalagi jika disebut kegelapan terjadi karena Bumi melintasi sabuk foton," jelas Marufin seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (28/3/2024).
Ia menjelaskan, sabuk foton yang dimaksud warganet dalam unggahan adalah partikel gelombang elektromagnetik yang mengangkut sifat-sifat kuantum, termasuk partikel cahaya sebagaimana yang dilihat manusia sehari-hari.
Menurut Marufin, apabila Bumi melintasi sabuk foton, terlepas bahwa konsep sabuk foton itu tak dikenal dalam astronomi, hal itu tetap akan membuat Bumi terang benderang.
"Jadi, ketahuan kalo pembuat hoaks ini tidak mengerti konsep fisika modern, khususnya fisika kuantum," imbuh dia.
Untuk diketahui, akan terjadi gerhana Matahari total (GMT) pada Jumat, 8 April 2024 berdasarkan waktu universal atau pada Sabtu, 9 April 2024 berdasarkan waktu Indonesia.
Menurut Marufin, dampak gerhana itu hanya mencakup sebagian kecil dari wajah Bumi ketika siang hari yang mengalami gerhana Matahari total. Hal tersebut disebabkan oleh kecilnya diameter fisik Bulan.
Di Indonesia, gerhana tersebut tidak akan terlihat karena terjadi lepas tengah malam waktu lokal, tepatnya Sabtu 9 April 2024 pukul 00.45-03.52 WIB.
Selain itu, Marufin juga mengatakan, tidak ada dampak gerhana Matahari total secara langsung, tetapi ada beberapa dampak gerhana Matahari total secara tidak langsung, seperti pasang-surut air laut. (man)







