Jakarta, Harian Umum - Cagub pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan, membuat langkah mengejutkan. Pasalnya, alih-alih memberdayakan tim suksesnya sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih, Anies justru menunjuk mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjadi ketua tim transisi suksesi kepemimpinan di Pemprov DKI Jakarta dari Ahok-Djarot ke Anies-Sandiaga Uno pada Oktober 2017 mendatang.
"Padahal Sudirman tidak banyak berperan saat Pilkada DKI putaran satu dan dua," ujar sejumlah sumber, Senin (15/5/2017).
Sumber-sumber ini mengaku tak tahu apa alasan Anies melakukan hal itu karena kabarnya sebelum Anies menunjuk menteri yang pernah bikin geger dengan kasus "Papa Minta Saham" itu, Anies tidak mendiskusikannya dulu dengan PKS dan Gerindra sebagai partai pengusungnya di Pilkada DKI 2017.
"Tapi anehnya, PKS dan Gerindra diam saja, seperti tak berdaya," kata sumber lagi.
Sumber-sumber yang tak mau disebutkan namanya ini mengaku mencemaskan langkah Anies ini karena diprediksi tim transisi itu akan diisi oleh orang-orang yang satu gerbong dengan Sudirman yang pernah duduk di kabinet Presiden Jokowi, dan orang-orang dari Universitas Paramadina dimana Anies menjabat sebagai rektor, dan diketahui merupakan orang-orang liberal.
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, KH Abdurrahman Suhaimi, dia nampak terkejut.
"Memang sudah diumumkan?" dia balik bertanya.
Namun demikian Suhaimi mengakui kalau sejauh ini PKS tidak mempersoalkan langkah Anies tersebut selama Anies-Sandi tetap dapat memenuhi janji-janji kampanyenya, dan visi misinya terwujud, sehingga umat Islam yang memilih mereka tidak kecewa.
"Lagipula masih ada waktu hingga Oktober," imbuhnya.
Suhaimi memgakui kalau yang masuk tim transisi memang sebaiknya diprioritaskan para kader yang berperan penting saat Pilkada putaran satu dan dua, di antaranya Mardani Ali Sera yang menjadi ketua tim sukses Anies-Sandi. (rhm)







