Jakarta, Harian Umum- Mengawali triwulan I-2019, Bank DKI kembali mencatatkan kinerja yang positif, tercermin dari realisasi penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp31,6 triliun atau tumbuh 24,2% dibanding pada 2018 yang sebesar Rp25,4 triliun.
Melalui siaran pers yang diterima harianumum.com, Jumat (3/5/2019), Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo, menjelaskan, pertumbuhan penyaluran kredit Bank DKI terutama didominasi oleh pertumbuhan kredit UMKM, khususnya pada sektor mikro yang tumbuh sebesar 38,4%, dari semula sebesar Rp575 miliar per Maret 2018, menjadi Rp796 miliar per Maret 2019.
Adapun kinerja UUS Syariah Bank DKI mengalami pertumbuhan sebesar 39,7% dari Rp3,8 triliun per Maret 2018 menjadi Rp5,3 triliun per Maret 2019.
"Pertumbuhan kredit UMKM tersebut merupakan hasil dari berbagai aktivitas promosi yang dilakukan secara gencar oleh Bank DKI, antara lain melalui Program Serbu Pasar, program One Day Approval serta beberapa program promosi lainnya," katanya.
Hingga saat ini, lanjut dia, sejumlah produk UMKM Bank DKI yang diminati oleh para pelaku UMKM di DKI Jakarta adalah kredit monas 25, 100 dan 500 yang merupakan bagian dari fasilitas permodalan bagi usaha mikro.
Bank DKI juga bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta pada Program Kewirausahaan Terpadu.
"Bagi mereka yang baru merintis usahanya, Bank DKI menyediakan produk Monas Pemula yang merupakan fasilitas permodalan untuk modal usaha maupun investasi dengan plafon sampai dengan Rp10 juta dengan bunga yang kompetitif," imbuh Sigit.
Rasio kredit bermasalah mengalami perbaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang ditandai dengan rasio NPL Gross yang tercatat 4,08% per Maret 2018 menjadi 3,00% per Maret 2019.
Membaiknya rasio NPL tersebut didorong sejumlah upaya perbaikan kualitas kredit, di antaranya penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, lelang agunan kredit, restrukturisasi kredit, dan hapus buku.
Adapun Dana Pihak Ketiga per Maret 2019 tercatat sebesar Rp 32,5 triliun.
Secara komposisi struktur DPK yang dimiliki Bank DKI terdiri dari Giro sebesar Rp7,4 triliun, tabungan sebesar Rp7,6 triliun dan deposito sebesar Rp17,5 triliun.
Berbagai pencapaian kinerja bisnis tersebut telah mendorong realisasi pencapaian laba bersih Bank DKI per Maret 2019 yang tercatat sebesar Rp 181,2 miliar dengan aset tercatat sebesar Rp45,2 triliun. (rhm)







