Jakarta, Harian Umum - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengoperasian kereta Light Rapid Transit (LRT) Jakarta tinggal menunggu selesainya syarat administratif saja. Diantaranya adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB), rekomendasi teknis dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, surat penugasan dari PT Jakpro, dan izin usaha, izin prasarana. Anies berharap semua syarat administratif itu selesai sebelum hari raya lebaran atau di awal Juni 2019.
"Jadi IMB untuk seluruh stasiun saat ini sedang diurus," ujar Anies di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019.
Sementara itu, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta Benny Agus Chandra juga membenarkan bahwa lima Stasiun LRT Jakarta saat ini belum selesai administrasinya"IMB". Menurut dia, pihaknya masih berproses pada gambar perencanaan arsitektur (GPA).
"GPA bagian dari proses IMB. GPA-nya baru selesai, setelah itu masuk IMB," ujar Benny.
Saat ini, kereta api ringan Jakarta ini memiliki lima stasiun dan satu depo, yakni Velodrome, Pacuan Kuda, Pulo Mas, Kelapa Gading Boulevard, Kelapa Gading Mall. Dengan adanya lima stasiun itu, LRT Jakarta memiliki panjang lintasan 5,8 kilometer, yang melintang dari kawasan Rawamangun, Jakarta Timur ke Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kereta ini telah melakukan uji coba yang melibatkan publik pada bulan April 2019. DRPD DKI Jakarta juga telah menyetujui tarif LRT sebesar Rp 5.000 flat (semua jarak harga sama). Namun hingga kini, LRT Jakarta tak kunjung diresmikan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Allan Tandiono menyatakan, kepastian tanggal beroperasinya moda transportasi publik LRT masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta.






