TANGSEL, HARIAN UMUM - Di tahun 2019 ini, PT. Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) mendapatkan kucuran dana penyertaan modal sebesar Rp.22 miliar, untuk modal Bank Permodalan Rakyat Syariah (BPRS) yang digadang-gadang bakal beroperasi pada Maret lalu.
Namun, Sekretaris PT. PITS Winny Septiana Sari menyatakan bahwa saat ini bank yang dimaksud masih dalam proses Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dipastikan tidak akan beroperasi pada 2019.
"BPRS belum jalan mas. Gedungnya juga belum ada. Saat ini masih dalam tahap OJK," kata Winny saat dikonfirmasi, Rabu (27/11/2019).
Sebelumnya beredar informasi melalui salah satu media online, Direktur Utama PT PITS Dudung E. Diredja mengatakan, tahun depan (2019) PT PITS akan mendapat suntikan dana sebesar Rp.22 miliar dari Pemkot Tangsel.
“Dana tersebut sesuai Perda penyertaan modal dari Pemda dengan Total Rp88 miliar dan tahun depan (2019) kita minta tahap tiga sebesar Rp22 miliar untuk modal Bank Permodalan Rakyat Syariah (BPRS),” ujarnya.
Dudung menambahkan, modal mendirikan BPRS membutuhkan biaya sebesar Rp48 miliar dan baru dialokasikan sebesar Rp4 miliar, sehingga PT PITS meminta kembali ke Pemda. Untuk mewujudkan hal tersebut, PT PITS bekerja sama dengan Dana Pensiun Muhammadiyah.
Menurutnya, berdasarkan peraturan yang ada 70 persen dari dana yang diperlukan harus dimiliki PT PITS, sedangkan sisanya bisa menggandeng investor. “Kita menggandeng Dana Pensiun Muhammadiyah karena sudah sukses mejalankan dan mengelola BPRS di beberapa daerah. Saat ini prosesnya sudah di otoritas jasa keuangan (OJK) dan mudah-mudahan Maret 2019 BPRS sudah mulai beroperasi,” tuturnya November 2018 lalu, dilansir Tangerangekspres.co.id.







