Jakarta, Harian Umum - Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang digabung antara Pilpres dan Pileg menimbulkan berbagai permasalahan. Akibatnya Pemilu kali ini menuai banyak kritikan terutama pada lembaga penyelenggara Pemilu yaitu KPU (Komisi Pemilihan Umum).
Beberapa masalah yang menedapat sorotan pada pelaksanaan kali ini diantaranya meninggalnya 200 petugas KPPS akibat kelelahan dan ratusan lainnya menjalani perawatan.
Selain itu di wilayah di Provinsi DKI Jakarta, di sejumlah lokasi harus dilakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang) lantaran terjadi dugaan pelanggaran.
Menanggapi hal ini, Ketua Seketariat Nasional (Seknas) pemenangan Prabowo-Sandiaga, M Taufik, menilai Pemilu 2019 tidak berjalan sesukses penyelenggaraan Pemilu-Pemilu sebelumnya.
"Pemilu 2019 ini adalah yang terkacau sepanjang perhelatan pemilu di Indonesia. Petugas KPPS yang meninggal sudah mencapai 200 orang, dan sebagian ada di Jakarta," ujar Taufik, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Taufik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menuding kacaunya penyelenggaraan Pemilu merupakan tanggung jawab KPU. Karena itu Taufik mendesaj agar Ketua KPU Pusat mengundurkan diri."Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab moral bahwa yang bersangkutan tidak berhasil menyelenggarakan pemilu dengan baik," katanya.
Seperti diketahui jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia terus bertambah. Tercatat ada 200 petugas KPPS meninggal dunia akibat kelelahan dan 584 sakit dan mendapat perawatan. (Zat)







