TANGSEL, HARIAN UMUM - Meski iuran premi Peserta Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan naik pada 2020, namun diketahui Kota Depok hanya menganggarkan Rp.58 miliar, dengan estimasi bantuan iuran Rp.42 ribu.
Anggaran Rp.58 miliar tersebut dikucurkan bagi 257.811 warga miskin di Kota Depok.
Sementara di kota yang berbatasan dengan Depok, Tangerang Selatan (Tangse) yang justru dipenuhi oleh property mewah, Pemerintah Kota (Pemkot) justru menganggarkan Rp.100 miliar pada tahun 2020.
Menanggapi hal tersebut (Rp.100 miliar), salah seorang pensiunan yang cukup vokal di Tangsel, Kemal MS justru memberikan sindiran bagi kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius itu.
"Tangsel kan banyak yang miskin. Dengan anggaran yang lebih besar dari Depok, berarti warga miskin di Tangsel lebih banyak dari Depok. Padahal disini banyak perumahan-perumahan mewah, tapi kenapa anggaran bantuan untuk premi BPJS Kesehatan sangat besar?" kata Kemal kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).
Hal senada disampaikan Anggota Komisi II Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Tangsel Alexander Prabu beberapa waktu lalu. Alex mengatakan adanya dugaan data fiktif pada bantuan premi PBI BPJS Kesehatan, sehingga uang rakyat yang digunakan tidak tepat sasaran.
"Jangan seenaknya aja pake uang rakyat. Tetangga saya juga heran kok dia dapat PBI, padahal dia mampu. Untungnya dia menolak dan melakukan bayar mandiri. Ini menghancurkan uang rakyat yang tidak sesuai peruntukannya," kata Alex.







