Jakarta, Harian Umum- Kebakaran hebat melanda Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selas (16/1/2018) sekitar pukul 08:55 WIB.
Musibah ini membuat sebagian besar bangunan bersejarah itu luluh lantak, menjadi abu.
"Kami meluncurkan 20 Unit. 14 unit dari Jakut ditambah tiga unit dari Jakbar dan tiga Unit Pati Kendal," jelas Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, kepada pers di lokasi kejadian.
Belum diketahui penyebab kebakaran ini, namun diduga akibat korsleting listrik.
Museum Bahari merupakan bangunan era kolonial Belanda. Museum ini berisi koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan nelayan dari Sabang sampai Merauke, seperti perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC.
Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.
Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara.
Museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.
Sebelum dijadikan museum, dulunya gedung ini merupakan gudang rempah-rempah yang dibangun VOC secara bertahap mulai 1652 hingga 1771. Dulunya, gudang tersebut untuk menyimpan hasil bumi Nusantara seperti rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil sebelum dikirim ke Belanda.
Pada sisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari 4 unit bangunan, dan 3 unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.
Di komplek Museum Bahari juga terdapat Menara Syahbandar yang dulunya digunakan sebagai menara pemantau aktifitas Pelabuhan Sunda Kelapa. Di menara ini terdapat tugu yang menunjukan titik nol kilometer Kota Jakarta. Artinya, dari titik ini sejumlah lokasi Jakarta diukur jauhnya.
Kini menara tersebut juga terancam keberadaannya, karena mengalami miring beberapa derajat akibat turunnya permukaan tanah di lokasi itu.
Anis Tinju Kebakaran
Terbakarnya Museum Bahari membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mendatangi lokasi untuk melihat langsung musibah ini.
Anies tiba di lokasi sekitar pukul 10:00 WIB dan langsung melihat beberapa titik kebakaran di lokasi.
Mantan Mendikbud ini mengatakan, alat pemadam kebakaran di Museum Bahari sebenarnya telah memenuhi standar, namun api terlanjur membesar akibat kencangnya hembusan angin laut, sehingga menjalar ke gedung-gedung lain.
"Pukul 11.00 WIB secara umum api sudah bisa dikendalikan, kondisinya stabil, tinggal pemadaman secara tuntas," kata dia di lokasi kebakaran.
Ia memastikn bahwa kerusakan museum akibat kebakaran ini akan segera diperbaiki, sehingga museum dapat beroperasi kembali. (man)







