California, Harian Umum- Sedikitnya 31 orang telah dinyatakan tewas dan 228 dinyatakan hilang akibat kebakaran hebat yang melanda hutan negara bagian California, Amerika Serikat, sepanjang Kamis (8/11/2018) hingga Minggu (11/11/2018).
Sebanyak 29 dari 31 korban tewas merupakan warga Paradise City dan sekitarnya. Sisanya merupakan warga California Selatan.
"Ini merupakan kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah California," demikian dilansir Al Jazeerah, Selasa (13/11/2018).
Tim Penyelamat hingga hari ini masih menyisir Kota Paradise yang sebagian besar wilayahnya hangus terbakar untuk menemukan jenazah para korban yang dinyatakan hilang. Kota ini diketahui berpenduduk 27.000 jiwa.
Tim juga menyisir wilayah komunitas di sekitarnya yang berada di kaki bukit Sierra Nevada, utara California, yang juga luluh lantak dilalap si jago merH.
"Pihak berwenang telah meminta dilakukannya uji DNA dan pelibatan antropolog untuk membantu mengidentifikasi jenazah para korban yang kebanyakan hanya tinggal tulang belulang," imbuh media tersebut.
Lebih dari 8.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan lahan seluas sekitar 1.040 km2 itu, yang berkobar hebat akibat dibantu hembusan angin.
"Ini benar-benar tragedi yang dapat dipahami dan ditanggapi oleh semua warga California. Ini waktu untuk bekerja sama dan menyelesaikan tragedi ini," kata Gubernur Jerry Brown, Minggu (11/11/2018) waktu setempat.
Presiden Donald Trump menuding bencana ini diakibatkan oleh pengelolaan hutan yang buruk. Tudingan ini membuat Brown mengatakan bahwa pemerintah federal dan negara bagian harus melakukan pengelolaan hutan dengan lebih baik, namun ia juga mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan penyebab utama kebakaran ini.
"Mereka yang menyangkal itu pasti berkontribusi terhadap tragedi yang kini kita saksikan dan akan terus menjadi saksi di tahun-tahun mendatang," katanya.
Kondisi kekeringan dan cuaca yang lebih hangat pada November ini di AS diyakini sebagai dampak dari perubahan iklim, sementara tren pembangunan rumah yang lebih dalam ke hutan di AS menimbulkan dampak yang lebih merusak.
Di sisi lain, California diketahui memiliki siklus kemarau lima tahunan, dan jika siklus itu tiba, sebagian besar dari dua pertiga bagian utara negara bagian itu kering secara tidak normal. Namun siklus itu diketahui telah tiba tahun lalu.
Pada Minggu waktu setempat, pertumbuhan api diyakini sebagian besar telah terhenti, meskipun kelembapan udara masih sangat rendah dan angin Santa Ana yang kencang masih berhembus hingga setidaknya pada Selasa waktu setempat. Beberapa dari ribuan orang yang terpaksa mengungsi, telah diizinkan untuk kembali ke rumah-rumah mereka, dan pihak berwenang telah membuka kembali US 101, sebuah jalan bebas hambatan yang melintasi zona kebakaran, menuju Los Angeles dan wilayah Ventura. (rhm)







