Jakarta, Harian Umum - Sebanyak 50 perwakilan organisasi buruh yang terlibat longmarch dalam rangka menjelang aksi buruh besar-besaran di Jakarta pada 10 Agustus 2023, menempuh jarak puluhan kilometer pada hari pertama longmarch, Kamis (3/8/2023).
Longmarch ini diselenggarakan oleh Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) yang beranggotakan sekitar 40 federasi dan konfederasi buruh, di antaranya KSPSI, PPMI, GSBI, SPN, KSPN, Gaspermindo, dan SBSI '92.
"Kami start dari Gedung Sate, Kota Bandung, sekitar pukul 10 setelah orasi tokoh-tokoh. Untuk hari pertama, rutenya Gedung Sate - Padalarang," ujar Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin melalui telepon, Kamis (3/8/2023).
Menurut situs cutway.net, jarak Kota Bandung - Padalarang sekitar 21,8 kilometer.
Berikut rute hari pertama longmarch AASB dari Kota Bandung ke Padalarang:
Gedung Sate - Jl. Diponegoro - Cikapayang - Pasirkaliki - Padjajaran - Abdul Rahmat shaleh - Cibeureum - Cibabat - alun" Cimahi (istirahat) - Padasuka - gadobangkong - Cimareme - Padalarang - cihaliwung - warung awi (istirahat menginap)
Daeng menjelaskan, tim inti longmarch ini sebanyak 50 orang yang merupakan perwakilan federasi dan konfederasi di bawah AASB
Namun, kata dia, dari start hingga finish hari pertama di Padalarang akan ada yang mengawal atau mengiringi.
"Jumlahnya mungkin 100-200 orang," katanya.
Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Rudi HB Daman menambahkan, untuk aksi ini, AASB menyiapkan tim kesehatan dan ambulan.
"Jadi, ini kita siapkan secara matang, karena kita ingin hingga longmarch selesai di Jakarta tanggal 10 Agustus dan langsung aksi besar-besaran, semua berjalan baik dan lancar," katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat yang berada di sepanjang rute longmarch jika ingin memberikan dukungan dan menitipkan aspirasi untuk disampaikan kepada pemerintah saat aksi 10 Agustus, untuk langsung disampaikan kepada peserta longmarch atau kepada panitianya..
"Mereka bisa menitipkan spanduk atau pesan-pesannya untuk pemerintah kepada kami," katanya.
Rudi menyebut ada tiga isu yang diusung buruh dalam aksi ini, tetapi yang utama adalah Cabut UU Cipta Kerja. Dua isu lainnya adalah cabut UU Keuangan dan UU Kesehatan.
"Kami berharap pemerintah mempedulikan aksi kami, dan segera memenuhi tuntutan kami," katanya.
Ketika ditanya tentang adanya harapan publik bahwa Aksi 10 Agustus Buruh dapat menjadi trigger people power, Rudy menilai harapan itu wajar-wajar saja, karena saat ini psikologi masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi memang tidak baik.
"Tapi aksi kami tidak bertujuan untuk menjatuhkan Presiden, melainkan untuk mengubah kebijakan di mana pemerintah memenuhi tuntutan kami. Akan lebih baik lagi jika UU Cipta Kerja dicabut sebelum 10 Agustus," katanya.
Soal kegiatan Partai Buruh yang juga melakukan aksi longmarch dari Bandung ke Jakarta sebagaimana yang dilakukan AASB, Rudi tidak memusingkannya.
"Itu hak mereka, tetapi kalau ditinjau secara etika, apa yang dilakukan Partai Buruh itu memang tidak etis," katanya.
Rudi menilai Partai Buruh ikut-ikutan melakukan longmarch karena takut kehilangan muka di hadapan pemerintah, dan dia tegas mengatakan bahwa keberadaan Partai Buruh secara nyata telah memecah belah buruh.
"Partai Buruh itu sebenarnya dapat menjadi wadah untuk memperjuangkan nasib kami melalui jalur politik tapi setelah adegan cium tangan itu (Ketum Partai Buruh Said Iqbal mencium tangan Bacapres PDIP Ganjar Pranowo pada Mei 2023, red), kami menilai penolakan Partai Buruh terhadap UU Cipta Kerja hanya basa-basi," katanya.
Rudi memastikan bahwa AASB akan terus melawan selama UU Cipta Kerja belum dicabut.
"Apalagi karena kami melihat pemerintah kian brutal dalam membuat kebijakan sebagaimana tercermin dari UU terbaru yang disahkan DPR, yakni UU Kesehatan. Kami menilainya brutal karena suara rakyat sebagai pemilik negara ini tak didengar dan tidak dianggap," pungkasnya.
Peserta longmarch dilepas koordinator AASB yang juga ketua umum DPP KSPSI, M. Jumhur Hidayat.
Setelah mencapai Padalarang, hari-hari selanjutnya hingga tiba di Jakarta pada 10 Agustus, longmarch antara lain akan melalui Purwakarta, Karawang, Cikarang dan Bekasi. (man)





