Jakarta, Harian Umum - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjun bebas pada penutupan perdagangan sesi satu, Senin (2/2/2026).
Indeks jatuh hingga 5,31 persen atau 442,44 poin ke level 7.887,16.
IHSG dibuka di 8.306,16 dan sempat menyentuh 8.313,06 yang menjadi level tertinggi hariannya untuk hari ini sebelum terejadi aksi jual secara masif yang menyeret indeks ke level 7.858,40, level terendah hari ini.
Volume perdagangan pada penutupan sesi satu mencapai 35,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,94 triliun dan frekuensi menembus 2,08 juta kali.
Sebanyak 715 saham melemah, dan hanya 65 saham menguat, sementara 33 saham stagnan.
Seiring indeks yang tertekan, kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.205,64 triliun.
Kompas.com melansir, hari Ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi lanjutan terkait sejumlah isu pasar modal Indonesia yang menjadi perhatian penyedia indeks global tersebut.
Anggota Dewan Komisioner OJK yang menggantikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa agenda pertemuan direncanakan berlangsung pada Senin sore hari.
“Saya terinfo kemungkinan di waktu sore hari,” ujar Hasan media di gedung BEI, Jakarta, Minggu (2/2/2026).
Ia menjelaskan, pertemuan dengan MSCI akan difokuskan pada penyampaian kesiapan OJK dan Self Regulatory Organization (SRO), termasuk rencana implementasi atas berbagai hal yang selama ini menjadi perhatian indeks provider global.
Dalam rangka itu, OJK telah membahas persiapan pertemuan secara internal serta menyampaikan arahan kepada tim dan SRO yang akan terlibat dalam agenda tersebut.
“Kami sudah memberikan instruksi kepada tim kami di OJK dan SRO yang akan hadir dalam pertemuan bersama salah satu indeks provider global, dan terkonfirmasi per hari ini seluruh concern atau katakanlah permintaan dari pihak indeks provider global itu setelah kami periksa tidak ada yang tidak bisa kita hadirkan dan sanggupi,” paparnya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan tindak lanjut yang lebih konkret atas komunikasi yang telah berlangsung sebelumnya.
“Kita berharap dari mekanisme yang dilakukan, kita akan mendapatkan pernyataan atau kesepakatan sebagai hasil dari pertemuan itu,” lanjut Hasan.
Untuk diketahui MSCI menjadi sentimen IHSG karena kebijakan dan penilaian lembaga penyedia indeks global tersebut berpengaruh langsung terhadap aliran dana investor institusi asing ke pasar saham Indonesia.
MSCI kerap dijadikan acuan utama oleh manajer investasi global dalam menentukan alokasi portofolio. Ketika muncul isu terkait free float, transparansi data, atau potensi perubahan bobot dan status Indonesia di indeks MSCI, pelaku pasar cenderung merespons cepat dengan aksi jual atau beli. (man)







