Jakarta, Harian Umum - Ribuan umat Islam, Senin (4/11/2024), menggelar Aksi 411 di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Sebenarnya, aksi yang digagas DPD FPI DKI Jakarta bersama PERSADA 212 dan GNPF-Ulama itu semula direncanakan akan digelar di Istana Negara, Jakarta, akan tetapi akses ke sana telah ditutup polisi, dan massa yang melakukan aksinya dengan diawali Salat Zuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, kemudian diarahkan ke Patung Kuda saat melakukan longmarch dari masjid terbesar di Asia Tenggara itu.
"Kita mau aksi di Istana, tapi seperti biasa jalan ke sana sudah dipasangi beton (barrier), dan kita diarahkan ke sini! Kita jadi mau tahu apakah istana di pemerintahan yang sekarang (Prabowo) sama dengan yang lalu (Jokowi)," kata seorang orator dari mobil komando.
Karena tak boleh ke Istana, longmarch dari Masjid Istiqlal itu tak bisa langsung ke Jalan Medan Merdeka Utara di mana Istana berada, melainkan melalui rute Jalan Medan Merdeka Timur, kemudian ke Medan Merdeka Selatan dan akhirnya ke Medan Merdeka Barat di mana Patung Kuda berada
Ada beberapa tokoh yang diberi waktu untuk berorasi, selain Ketua Umum FPI Habib Muhammad Alatas, tokoh lain yang berorasi adalah advokat Ahmad Khozinuddin, Marwan Batubara, Rizal Fadillah dan lain-lain.
Aksi bertajuk Reuni 411 Adili Jokowi dan Tangkap Fufufafa itu diamankan 1.904 aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait.
Dari semua tokoh yang berorasi, materinya hampir sama; mempersoalkan kebijakan-kebijakan Jokowi saat menjadi presiden (2014-2024) yang membuatnya layak untuk ditangkap dan diadili, baik karena ijazahnya yang diduga palsu, juga kebijakan-kebijakannya yang dinilai banyak melanggar aturan perundang-undangan, bahkan konstitusi.
Bahkan seperti diungkap Khozinuddin, di era Jokowi lah terjadi pembunuhan enam laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM50, dan penembakan gas air mata di Stasiun Kanjuruhan yang menyebabkan banyak orang tewas.
Mereka meminta Fufufafa ditangkap karena postingan-postingan di akun Kaskus itu bukan hanya mengandung ujaran kebencian, terutama terhadap Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga menghina Nabi Muhammad SAW dan mengandung unsur mesum.
Akun Fufufafa diduga milik Wapres Gibran Rakabuming Raka, sehingga penyebutan Fufufafa sudah tentu ditujukan kepada Gibran.
Dalam aksi ini, Habib Rizieq Shihab sebagai salah satu tokoh FPI, tidak hadir karena sedang berada di Arab Saudi, tetapo pesannya dibacakan oleh Habib Muhammad.
Ada dua pesan Habib Rizieq, di mana setiap pesan terdiri dari dua poin, sebagai berikut:
1. Jangan sampai Aksi 411 ditunggangi Kelompok Merah pendukung Ahok untuk menyerang Cawagub dari PKS di Pilkada Jakarta 2024, yaitu Suswono terkait masalah dugaan penistaan agama.
Sebab, kata Habib Rizieq, kasus Suswono dan Ahok sangat berbeda, karena:
a. Ahok tidak pernah mengaku salah, bahkan menantang karena dilindungi dan didukung Rezim Jokowi, dan saat sudah terdesak akibat didemo berjilid-jilid, baru minta maaf. Namun, Itupun dengan bahasa yang bias, yakni "Kalau dianggap salah". Sedang Suswono langsung mengaku salah dan langsung minta maaf
b. Ahok telah berulang kali menista Al Qur'an dengan sengaja sejak menjadi Bupati Babel. Jadi, bukan sekali. Sedang Suswono baru sekali, tapi itupun tidak dengan sengaja, hanya terpeleset lisan dan langsung istighfar serta minta maaf, bahkan berterima kasih kepada habaib dan ulama yang menegurnya
2. Waspada, karena agenda 411 adalah menuntut agar Jokowi diadili dan Fufufafa ditangkapa. Maka:
a. Jangan ada agenda penyusupan untuk memecah belah umat
b. Jangan ada dukung mendukung (Paslon di Pilkada Jakarta 2024) dan jatuh menjatuhjan salah satu Paslon.
Aksi ini sempat dijeda saat tiba waktu salat ashar, di mana panitia dan sebagian peserta melaksanakan salat ashar di lokasi aksi.
Setelah itu acara dilanjutkan dan ditutup dengan konferensi pers (rhm)






