Jakarta, Harian Umum - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali mengaku menemui Ketua DPRD DKI Jakarta agar memimpin Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) untuk memutuskan tarif MRT dan LRT.
"Sebelum rapat saya sudah temui Ketua DPRD DKI Pak Prasetyo Edi Marsudi di lantai 10, saya minta agar memimpin langsung Rapimgab. Untuk memutuskan tarif MRT dan LRT Jakarta sebesar Rp8500 dan Rp5000," kata Ashraf Ali kepada wartawan di ruang kerjanya, usai Rapimgab, Senin (25/3/2019).
Inisiatif tersebut, kata Ashraf dilakukan setelah pihaknya mencium ada upaya agar tidak ada keputusan dalam Rapimgab tersebut. Bahkan ada yang menginginkan keputusan tarif MRT di tahun 2020.
"Rapimgab ini memiliki kekuatan hukum yang kuat setelah Rapat Paripurna. Jadi saya dorong agar Pak Ketua DPRD memimpin Rapimgab untuk memutuskan harga tiket MRT dan LRT Jakarta," katanya.
Sebab Ashraf beralasan apabila tidak segera diputuskan harga harga tiket MRT dan LRT sekarang, secara moral dan politik akan merusak citra dan kinerja DPRD.
"Mengapa? Karena MRT sudah diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi, kok Rapimgab DPRD tidak menghasilkan keputusan harga tiket MRT dan LRT," kata anggota Komisi C DPRD DKI ini.
Atas penetapan tarif MRT-LRT tersebut, Ashraf menambahkan telah mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada sahabatnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi atas perannya mendorong Rapimgab dan Ketua DPRD DKI Prasetyo agar memutuskan harga tiket MRT dan LRT Jakarta.
"Saya kirim pesan WA ke pak Menhub Budi Karya Sumadi bahwa Fraksi Golkar mendorong Rapimgab untuk memutuskan harga tiket MRT dan LRT. Beliau menyampaikan terima kasih dukungan kita," kata Ashraf. (Zat)







