Jakarta, Harian Umum - Untuk pengguna, uang atau saldo dalam kartu yang dibutuhkan penumpang tidak akan dikembalikan sebelum stasiun tujuan. Lebih menguntungkan dari kebablasan, lebih dari stasiun tujuan maka akan dikenakan biaya tambahan. Demikian disampaikan Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat.
"Ambil ada penumpang yang membeli tiket perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus menuju Senayan. Penumpang perlu membayar tarif untuk tujuh stasiun yang dilalui untuk ke Senayan. Setelah kereta berjalan, tiba-tiba penumpang rupanya berubah pikiran dan beralih di Stasiun Blok M. Seharusnya tersedia cukup bayar empat stasiun saja, "kata Tuhiyat di Jakarta, (23/3/2019).
Tuhiyat menerima hadiah yang sudah terlanjur dibeli tidak bisa dikembalikan. "Kalau mau turun di Blol M boleh saja, tapi tak ada yang dibatalkan karena tarif sudah ditentukan di tiket perjalanan," katanya.
Dapatkan bantuan dari stasiun tujuan. Penumpang harus membayar sesuai kelebihan stasiun. "Jika ada penumpang dari Stasiun Lebak Bulus menuju Senayan, maka penumpang membayar atas tujuh stasiun. Tapi di perjalanan mengubah pikiran atau kebablasan penumpang turun di Stasiun Dukuh Atas. Maka penumpang tersebut dapat memperoleh keuntungan. Maka akan ada biaya pengiriman," terangnya.
Tukiyat menuturkan, akan mengantarkan penumpang tiba di stasiun tujuan. Penumpang membayar kekurangan biaya di gerai tiket. "Itu ada di dalam stasiun peron. Penumpang tidak perlu keluar dari peron stasiun tinggal tidak perlu lagi biayanya untuk petugas di gerai tiket," imbuhnya.
Seperti diketahui MRT akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Minggu besok (24/3/2019). Belum sampai saat ini tarif yang akan dibebankan kepada masyarakat masih belum diputuskan. Pengguna sebelumnya dikenakan biaya Rp10ribu per 10 KM. (Zat)







