Jakarta, Haria Umum - Rasa simpati dalam bentuk karangan bunga kepada gubernur DKI Jakarta yang kalah dalam pilkada minggu kemarin Basuki Tjahaya Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat terus berdatangan. diperkirakan terdapat hampir 1.000 karangan bunga memenuhi halaman balaikota Jakarta pada hingga kamis , 27 April 2017.
Wakil Ketua umum Gerindra Fadli Zon pun turut menanggapi dukungan simpatisan Ahok-Djarot ini terlalu berlebihan. Namun ia menyayangkan aksi simpatisan Ahok-Djarot tersebut ketika menaksir biayanya.
”Saya dengar dari beberapa sumber yang jelas menguntungkan toko bunga, ya, kalau ada seribu karangan bunga yang harga masing-masingnya Rp 1 juta, berarti keluar Rp 1 miliar” kata Fadli usai bertemu MUI, 26 April 2017.
Menurut dia, biaya sebesar itu bisa digunakan para pengirim karangan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti bakti sosial atau beasiswa. Fadli menilai aksi seperti ini bisa dinilai dan diartikan masyarakat luas secara berbeda.
”Nanti malahan efek negatif yang didapat, bukan positif. Apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan yang murahan,” ujar Fadli.
Dari pantauan di lapangan terlihat karangan bunga bertumpuk-tumpuk seperti sampah yang bertindihan karena tidak mencukupi ruangan dilapangan balaikota bahkan berterbangan saat di tiup angin kencang.







