Jakarta, Harian Umum - Dua kader PDIP dikabarkan masuk kabinet pemerintahan Prabowo yang akan diumumkan segera setelah ketua umum Partai Gerindra itu dilantik menjadi presiden RI ke-8 untuk periode 2024-2029 pada tanggal 20 Oktober 2024.
Kedua kader dimaksud adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB)
Abdullah Azwar Anas, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.
Kabar itu menguat ketika Ketua DPP PDIP Puan Maharani dikonfirmasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024), dia tidak menampik kabar itu
“Amin. Insha Allah pada waktunya (akan terungkap),” ujar Puan seperti dilansir Kompas.com.
Isu masuknya dua kader PDIP dalam kabinet Prabowo itu berpangkal dari adanya sinyal bahwa partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu akan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang diinisiasi Presiden Jokowi dan dipimpin Prabowo. .
Saat ini koalisi itu berisi semua partai pemilik kursi di DPR RI, kecuali PDIP, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, PKS, PAN, dan PKB.
Ada dugaan kalau PDIP yang selama 10 tahun (2014-2024) menjadi partai penguasa, takkan sanggup menjadi oposisi, sehingga mengabulkan tawaran untuk gabung ke KIM Plus.
Namun, tentu saja bergabungnya PDIP tidak gratis, sehingga tak mengherankan jika kemudian muncul isu PDIP mendapat jatah kursi menteri
Namun, dalam sistem demokrasi, gabungnya PDIP ke KIM.Plus merupakan sinyal buruk, karena itu berarti tak ada partai yang akan mengkritisi pemerintahan Prabowo, karena semuanya mendukung.
Meski demikian, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jubir Prabowo, mengatakan tak tahu soal masuknya dua kader PDIP di kabinet Prabowo.
"Saya enggak tahu kalau itu, yang tahu Pak Prabowo,” katanya.
Namun, Dahnil mengakui kalau Prabowo sudah mengantongi beberapa nama calon menteri, baik dari kalangan partai maupun usulan organisasi kemasyarakatan.
Nama-nama tersebut sedang dipertimbangkan dan akan diumumkan setelah pelantikan presiden pada 20 Oktober 2024.
Dahnil juga tidak bisa memastikan berapa jumlah kementerian Prabowo.
“Nah, itu (jumlah kementerian) juga saya belum tahu. Belum dipastikan, sekarang masih dalam proses terkait dengan jumlah. Nanti, Pak Prabowo yang mengumumkan,” katanya. (man)


