Jakarta, Harian Umum - Pernyataan ekonom Faisal Basri dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2024), tengah menjadi buah bibir karena dia bukan hanya mengimbau menteri-menteri untuk mundur dari kabinet, tapi juga menyebut bahwa ada menteri yang siap mundur.
Dua nama yang disebut Faisal adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) c.
Faisal mengungkapkan bahwa para menteri ini sudah tak nyaman lagi berada di Kabinet Indonesia Maju karena Kepala Negara dinilai telah melanggar aturan dengan menggunakan kekuasaan demi kepentingan politik.
"Saya ngobrol kan dengan petinggi-petinggi partai. Nah muncul lah katanya yang paling siap itu Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki juga. Dalam kaitannya dalam Gibran ini ya, karena ini sudah beyond akal sehat gitu," kata Faisal.
Ia pun mengajak masyarakat untuk sama-sama membujuk Sri Mulyani dan Basuki, juga beberapa menteri yang lain untuk ikut mundur.
"Itu efeknya dahsyat. Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) sudah gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing," kata Faisal
Terkait hal ini, Sri Mulyani yang ditemui wartawan di Istana Negara, usai rapat dengan Presiden Jokowi, Jumat (20/1/2024), hanya berkomentar singkat.
"Saya bekerja, saya bekerja, oke makasih," katanya seperti dilansir CNN Indonesia.
Basuki belum memberikan komentar, tetapi Sekjen Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah mengatakan ia tidak tahu menahu mengenai isu kesiapan Basuki mundur dari kabinet.
"Itu politik, tidak tahu saya. Belum tahu. Saya juga belum ketemu Pak Menteri," ujarnya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (18/1/2024). (man)







