Jakarta, Harian Umum - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tertekan pada Senin (22/7/2024) pagi hari, dipengaruhi keputusan Presiden AS Joe Biden untuk mundur dari Pilpres AS.
Data Bloomberg menunjukkan, sejak pembukaan perdagangan rupiah terkoreksi 0,26 persen ke Rp16.234/dolar AS, dan pada pukul 14:29 WIB rupiah terpantau berada di Rp16.227/dolar AS karena melemah 36 poin atau 0,22%.
Seperti dilansir kompas.com, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, keputusan Presiden AS Joe Biden mundur dari gelaran Pilpres menjadi katalis bagi dollar AS, karena keputusan itu membuat kans calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, untuk memenangkan Pilpres semakin besar.
"Kebijakan Trump yang pro AS akan mendorong penguatan dollar AS ke depannya," kata dia.
Menurut Ariston, dengan adanya sentimen tersebut, rupiah berpotensi bergerak cenderung terkonsolidasi ke depan. Bahkan, pada pekan ini
"Kecuali data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini menunjukkan penurunan," imbuh dia.
Sebagai diketahui, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mundur dari Pilpres AS 2024 antara lain karena masalah kesehatan dan dia mendorong wakilnya, Kemala Harris untuk menggantikan posisinya.
Keputusan tersebut disampaikan Biden melalui akun X-nya, @JoeBiden, Senin (22/7/2024). (rhm)




