JAKARTA, HARIAN UMUM - Terbongkarnya kasus perjudian berupa Kasino yang beroperasi di apartemen yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara, membuat kalangan wakil rakyat angkat bicara.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta pengelola apartemen Robinson, diberi sanksi tegas. "Kami minta pengelola apartemen Robinson dibekukan segera. Ini sudah tidak benar membiarkan praktik perjudian,” ujar Taufik pada wartawan, Rabu (9/10/2019).
DPRD pun berencana segera memanggil pihak terkait, untuk mempertanyakan mengapa praktik perjudian itu didiamkan oleh pengelola. Dalam kasus itu, Dinas Perumahan DKI Jakarta memiliki kewenangan untuk membekukan pengelola apartemen jika memang melakukan penyimpangan. “Kasus perjudian ini bukti adanya penyimpangan tersebut,” tegasnya.
Seperti diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap kasus perjudian yang berlokasi di lantai 29 Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (6/10/2019) lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, lokasi perjudian tersebut terungkap berkat laporan masyarakat. Saat penggrebekan, polisi menemukan seorang pemain judi tewas karena nekat melompat dari lantai 29 ketika polisi mendatangi lokasi.
"Memang ada satu orang, mungkin dia ketakutan atau apa ya, dia lari dari pintu belakang kemudian lompat jatuh ke bawah. Kita temukan meninggal dunia,” ujar Argo di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (8/10/2019).
Polisi menetapkan 91 tersangka terkait kasus perjudian tersebut. Sebanyak 42 tersangka berperan sebagai penyelenggara kegiatan perjudian dan 49 tersangka lainnya merupakan pemain. Kelompok judi tersebut dikenal dengan nama RBS29. (Zat)







