Jakarta, Harian Umum – Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menilai, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto telah memberi pukulan telak kepada Joko Widodo yang agaknya masih saja haus kekuasaan meski telah menjadi presiden dua periode.
Pasalnya, pada 19 September 2025 lalu Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi itu mengaku telah meminta kepada relawannya agar mendukung pemerintahan Prabowo-Gibtlran dua periode, dan Titiek Soeharto yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra meresponnya dengan telak.
Mantan istri Presiden Prabowo Subianto itu .mengatakan bahwa Prabowo belum berpikir tentang di periode karena pemerintahannya baru berjalan satu tahun, dan ia ingin Prabowo membuktikan bahwa dia bisa menyejahterakan bangsa Indonesia.
'Bapak juga belum memikirkan kali ya, lima tahun berikutnya," tegas dia di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Menurut Amir, pernyataan Jokowi yang telah meminta relawannya agar mendukung pemerintahan Prabowo-Gibtlran dua periode, menjadi sinyal bahwa Jokowi ingin menjaga pengaruh politiknya pasca-lengser, dengan menempatkan putranya Gibran Rakabuming Raka tetap di pusat kekuasaan.
"Namun, banyak kader Gerindra dan pendukung Prabowo menilai wacana itu terlalu dini. Mereka berpendapat bahwa kinerja pemerintah harus dibuktikan terlebih dahulu sebelum membicarakan pencalonan berikutnya, dan pernyataan Titiek itu merupakan sinyal politik yang jelas,” kata Amir di Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Amir menilai bahwa dengan mengatakan Prabowo belum memikirkan dua periode, Titiek berupaya meredam euforia relawan yang digerakkan Jokowi.
“Ia mengirim pesan bahwa Gerindra dan Prabowo tidak bisa diatur ritme politiknya oleh pihak luar, termasuk mantan presiden,” tegas Amir.
Ia menduga, Jokowi ingin melanggengkan pengaruh melalui keberadaan Gibran, dan menurutnya, itu cara licik untuk mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan demokrasi.
Amir bahkan mengatakan, dengan menolak bicara soal dua periode, Titiek sekaligus menunjukkan bahwa Prabowo bukan bagian dari skenario perpanjangan kekuasaan Jokowi.
'Itu pukulan telak bagi Jokowi," tandasnya.
Amir mengingatkan bahwa Prabowo pasti belajar dari pengkhianatan yang dilakukan Jokowi terhadap Megawati yang mengusungnya menjadi presiden dua periode (2014-2019 dan 2019-2024).
“Prabowo pasti belajar dari itu. Jokowi bisa menggeser siapa saja demi kepentingannya,” katanya.
Meski demikian Amir juga mengatakan bahwa mengatakan bahwa Prabowo belum memikirkan dua periode, Titiek juga ingin menyampaikan peringatan halus agar Prabowo waspada. Sebab, meski pernyataan Titiek tampak sederhana, namun di baliknya tersimpan pesan strategis.
"Ia menandai batas antara kepentingan Prabowo dan manuver Jokowi yang ingin menjaga pengaruh lewat Gibran," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengungkapkan dirinya memerintahkan relawan Bara JP mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Arahan itu telah lama disampaikan Jokowi.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode)," kata Jokowi saat ditanya mengenai pernyataan relawan Bara JP mendapat arahan mendukung Prabowo-Gibran dua periode, seperti dilansir detikJateng, Jumat (19/9/2025).
Jokowi kembali menegaskan dirinya memerintahkan relawan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode.
"Ya memang sejak apa saya perintahkan seperti itu untuk mendukung pemerintahan Pak Presiden Prabowo-Gibran dua periode," ungkapnya.
Disinggung apakah Prabowo-Gibran akan kembali maju pada Pilpres 2029, Jokowi enggan menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa hal tersebut ia sampaikan kepada relawan.
"(Bapak dukung dua periode?) Saya sampaikan itu ke relawan. Karena ada yang bertanya mereka," pungkasnya. (rhm)


