Jakarta, Harian Umum-Langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menemui Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, serta Perwakilan Kepala Sekolah Se-Jadetabek mendapat apresiasi sejumlah kalangan. Anies dianggap sedang mempertahankan predikat Jakarta sebagai kota paling demokratis se-Indonesia.
"Anies sedang mempertahan predikat Jakarta sebagai kota paling demokratis se-Indonesia berdasarkan Indeks Demokrasi Badan Pusat Statistik yang terus meningkat setiap tahunnya," ujar Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga, di Jakarta, Selasa (27/10).
Menurutnya, kedatangan Anies menemui Kepala Sekolah se-jabodetabek yang digagas Polda Metro Jaya adalah untuk menyikapi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang belakangan memanas di Jakarta karena masifnya demonstrasi penolakan Undang-undang Cipta Kerja. Selain itu, katanya, Anies juga mendatangi markas besar GPII yang dirusak oknum aparat keamanan, bahkan mendatangi kerumunan demonstran untuk menenangkan secara langsung.
"Anies konsisten terus menjaga indeks demokrasi di Jakarta terus terjaga. Apalagi, Anies merupakan Ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) sehingga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk menciptakan demokrasi yang lebih baik," katanya.
Dia memastikan, seluruh warga Jakarta merasa bangga dengan angka demokrasi yang baik, salah satunya tidak adanya pembungkaman suara-suara masyarakat.
Dalam capaian Indeks Demokrasi (IDI) tahun lalu, Jakarta menorehkan angka 88,29 (kinerja baik) meningkat 2,31 poin dari IDI 2018 yang sebesar 85,08. Peningkatan ini didorong oleh adanya perbaikan pada aspek hak-hak politik meningkat dari 75,43 (2018) menjadi 83,86 (2019) atau naik 8,43 poin.
Selain itu, capaian aspek lembaga demokrasi pada 2019 juga membaik 4,07 poin dari 87,82 (2018) jadi 91,89 (2019) diantaranya perbaikan transparansi anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sementara, aspek kebebasan berkeyakinan berhasil mendapat nilai sempurna 100.
Saat menemui Kepala Sekolah se-jabodetabek di Mapolda Metro Jaya kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pihaknya telah menyiapkan bahan untuk para guru agar bisa memanfaatkan apa yang menjadi diskusi percakapan di masyarakat sebagai bahan ajar untuk anak-anak, salah satunya membahas UU Cipta Kerja yang menjadi kontroversial di tengah masyarakat.
"Jadi anak-anak diarahkan untuk mereka bisa membahas, mereka bisa berdiskusi, dan mengkaji bersama atas apa yang kita percakapkan di masyarakat. Sehingga situasi yang dibicarakan itu bisa merangsang anak-anak kita untuk peduli pada masalah-masalah yang ada di hadapan bangsa ini," kata Anies. (hnk)







