Jakarta, Harian Umum-Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) Rico Sinaga menduga serangan Arief Poyuono terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo. Pasalnya, kata, Rico, dalam struktur pengurus DPP partai Gerindra, Arief tidak mendapatkan kursi apapun.
"Dia serang Anies dihubungkan untuk menggulingkan Jokowi. Apa urusannya PSBB sama menggulingkan Jokowi. Jauh banget itu. Si Arief ini kan sudah tidak masuk Gerindra lagi, mungkin dia berharap dengan menyerang Anies, dia bisa dekat dengan Jokowi. Supaya ada tiket masuk ke Jokowi, dia serang Anies," ujar Rico di Jakarta, Sabtu (12/9).
Menurutnya, hubungan Anies Baswedan dengan Jokowi selama ini baik-baik saja. Bahkan, katanya, hasil rapat koordinasi Kementerian terkait dengan Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa barat dan Gubernur Banten terkait teknis PSBB menunjukkan tidak ada persilangan pendapat. Hal ini menunjukkan, rencana Anies Baswedan menarik rem darurat dengan menerapkan PSBB total hanya semata-mata untuk keselamatan rakyat.
"Dengan keputusan rapat koordinasi hari ini, artinya statement si Arief Poyuono yang menyatakan Anies akan menggulingkan Jokowi itu terpatahkan. Saya kira, kalau statement keluar seperti itu, terlampau norak. Nggak rasional statement si Arief ini," katanya.
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah membahas penanganan Covid-19 di Jakarta bersama Kementerian dan Kepala Daerah terkait. Namun, hasil rapat koordinasi itu akan diumumkan Minggu (14/9) siang.
"Besok akan kita umumkan karena malam hari ini sedang dituntaskan peraturannya. Jadi, nanti ketika kita mengumumkan sudah dalamm bentuk peraturan yang ada pasal-pasalnya, ada perincian detil sehingga tidak terjadi interpretasi yang beda-beda," kata Anies, Sabtu (12/9) malam.
Sebelumnya, mantan petinggi partai Gerindra mencurigai rencana Anies Baswedan untuk menerapkan PSBB total adalah untuk menggulingkan Joko Widodo dari kursi Presiden.
"Saya curiga ini jangan-jangan PSBB ditetapkan ini untuk menggulingkan Jokowi," kata dia dalam bincang-bincang santai seperti dikutip dari akun Youtube Agama Akal TV, Sabtu (12/9).
Dia mengatakan, kembali ke PSBB ketat sama saja mau mematikan perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, Jokowi dan kabinetnya sudah berupaya sekuat tenaga memperbaiki ekonomi setelah minus 5,32 persen pada kuartal II.
"Saya takut ini (PSBB) ada agenda politik, terutama untuk melakukan delegitimasi pemerintahan Jokowi dari sektor ekonomi," sebutnya. (hnk)







