Jakarta, Harian Umum - Fenomena bangkitnya perguruan tinggi untuk menyikapi kondisi perpolitikan nasional saat ini yang seperti tak malu-malu lagi dalam melanggar etika dan aturan perundang-undangan, bahkan konstitusi, demi memperpanjang kekuasaan, tak hanya menyentakkan pihak-pihak yang diuntungkan oleh perilaku berpolitik yang tak elok tersebut, tapi juga menyentakkan pihak yang dirugikan.
Seperti diketahui, perilaku tak elok itu ditunjukkan oleh Presiden Jokowi yang telah blak-blakan tidak netral dengan cawe-cawe demi memenangkan Paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran, karena Gibran adalah anak sulungnya.
Jokowi bahkan diduga mengintervensi Mahkamah Konstitusi untuk meloloskan Gibran ke Pilpres 2024 dengan menjadi Cawapres, dan membuat adik iparnya, Anwar Usman, dicopot dari jabatan ketua MK karena intervensi Jokowi membuat Anwar membuat putusan yang dinilai Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) melanggar etik berat.
Putusan nomor 90/PUU-XXI/2023 itulah yang meloloskan Gibran ke Pilpres karena putusan itu mengubah syarat menjadi Capres/Cawapres yang diatur pada pasal 169 huruf q UU Pemilu, yang semula minimal berusia 40 tahun menjadi siapapun boleh asal telah/sedang menjadi kepala daerah.
Anwar dianggap melanggar etik karena MK bukan lembaga pembentuk undang-undang, sehingga tak berwenang mengubah aturan di pasal-pasal dalam undang-undang.
"Ini di luar dugaan saya dan saya termasuk yang terkaget-kaget ya," kata Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar di Universitas AMIKOM Yogyakarta, Senin (5/2/2024) malam.
"Akademisi rasa relawan, relawan berkedok akademisi. Seolah suara perguruan tinggi padahal gimick segelintir relawan politisi,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di akun X-nya pada 3 Februari 2024. Gerindra merupakan salah satu partai pengusung Paslon nomor urut 2, dan Prabowo adalah ketua umum Gerindra
Perguruan tinggi yang pertama kali menyuarakan keprihatinan adalah Universitas Gajah Mada (UGM), dan disusul kampus-kampus lain. Yang terlibat deklarasi pun bukan kaleng-kaleng karena mereka terdiri dari guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni.
Selain masalah etika berpolitik, mereka juga menyoroti cara-cara Jokowi mengamankan kekuasaannya yang mengarah pada sistem otoriterianisme, dimana yang kritis dibungkam dengan berbagai cara, termasuk dengan dipenjarakan, sehingga para guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni itu menilai, demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran.
Dalam deklarasinya, mereka bahkan meminta agar Pemilu 2024 dapat berjalan jujur dan adil, tanpa kecurangan demi kemenangan pasangan calon tertentu.
"Kembalikan keluhuran eksistensi Indonesia dengan menghormati nilai-nilai politik yang diwariskan para pendiri bangsa kita, bukan malah merusaknya lewat berbagai pelanggaran konstitusional dan akal-akalan undang-undang yang menabrak etika berbangsa dan bernegara," ujar Romo Simon di STF Driyarkara, Jakarta, Senin (5/2/2024).
"Hentikan penyalahgunaan sumber daya negara untuk kepentingan pelanggengan kekuasaan. Selain kepada hukum dan prinsip demokrasi, Anda bertanggung jawab kepada Tuhan," imbuh dia.
Data yang dihimpun menyebutkan, hingga pagi hari ini, Selasa (6/2/2024), telah 35 perguruan tinggi yang menyuarakan keprihatinan. Berikut datanya;
01. Universitas Gajah Mada (UGM)
02. Universitas Islam Indonesia (UII)
03. Universitas Indonesia (UI)
04. Universitas Hasanuddin (Unhas)
05. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
06. Universitas Lambung Mangkurat
07. Universitas Mulawarman Samarinda
08. Universitas Padjadjaran (Unpad)
09. Sekolah Tinggi Filsafat (STF) dan Teologi dari seluruh Indonesia
10. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
11. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
12. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
13. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
14. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
15. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
16. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya
17. Universitas Airlangga
18. Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta
19. Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh
20. Universitas Sumatera Utara (USU)
21. Universitas Khairun Ternate
22. Universitas Andalas Sumbar
23. UIN Sunan Kalijaga
24. Universitas Atma Jaya
25. Universitas Sanata Dharma
26. APMD (Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa)
27. Universitas Muhammadiyah Babel
28. LP3ES
29. Univ Janabadra Yogya
30. Universitas Brawijaya
31 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia
32. STF Driyarkara
33. Universitas Islam Malang (Unisma)
34. IPB University
35. Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.
(man)







