Bandung, Harian Umum - Kondektur KA Turangga, Diki Ramdani, mengatakan, terdengar suara benturan yang sangat keras ketika keretanya bertabrakan dengan KA Bandung Raya di petak Jalan Cicalengka-Haurpugur Kilometer 181 Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024).
Diki bahkan mengatakan, setelah mendengar suara itu ia.langsung pingsan.
"Ada kedengeran suara keras. Setelah itu saya nggak inget apa-apa. Pas kejadian blank, nggak sadar," kata Diki kepada wartawan saat ditemui di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Diki hanya luka ringan. Ia mengaku diantar ke RSUD Cicalengka oleh Satpam setelah dirinya siuman
Seperti diketahui, hingga berita ditulis empat orang tewas akibat insiden ini. Berdasarkan data Polda Jabar diketahui kalau keempat korban tewas yakni masinis KA Bandung Raya, atau tepatnya KRL Lokal Padalarang Cicalengka atas nama Julian Dwi Setiono, asisten masinis KRL Lolal Padalarang - Cicalengka atas nama Ponisan, pramugara KA Turangga atas nama Andrian, dan pegawai PAM atas nama Enjang Yudi.
Sementara korban luka sebanyak 37 orang. Mereka dilarikan RSUD Cicalengka, AMC, Edelweis, dan Sentosa.
Dari keterangan Pj Gubernur Jabar Bey Mahmudin yang datang ke lokasi kejadian.l, diketahui kalau saat kejadian jumlah penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang, dan KRL Bandung Raya mengangkut 191 penumpang.
"Semua penumpang berhasil dievakuasi. Kami menyiapkan 6 rumah sakit, RSUD Cicalengka, Puskesmas Cicalengka, Puskesmas Rancaekek, RS AMC, RS Harapan Keluarga, dan RSKK," kata Bey.
Soal.penyebab kecelakaan, Bey mengatakan masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transfortasi (KNKT).
"Kalau untuk penyebab kecelakaan masih menunggu dari KNKT," katanya. (rhm)







