Jakarta, Harian Umum- Penasehat Persaudaraan Alumni (PA) 212 DR H Eggi Sudjana SH Msi menilai, jika Ustad Abdul Somad (UAS) menolak hasil ijtima GNPF-Ulama yang merekomendasikan dirinya sebagai Cawapres Prabowo Subianto, maka Ustad Sejuta Umat itu telah kufur nikmat.
"Rekomemdasi ulama itu tidak ujug-ujug muncul saat ulama menyelenggarakan ijtima pada 27-29 Juli lalu, melainkan ada prosesnya. Yang mengusulkan nama Ustad Abdul Somad juga bukan cuma satu orang, tapi banyak, dan ini terjadi atas kehendak Allah SWT," katanya kepada harianumum.com di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).
Praktisi hukum senior ini menjelaskan, secara pribadi, dirinya mulai mengusung nama UAS sejak tiga bulan sebelum ijtima diselenggarakan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta. Nama ulama asal Riau ini ia dorong agar dicalonkan menjadi Cawapres Prabowo melalui imbauan-imbauan, diskusi-diskusi kecil dan diskusi antarkelompok Islam.
"Nama UAS ini antara lain juga pernah saya usulkan kepada Ketua PP Parmusi (Persaudaraan Muslim Indonesia) Usamah Hisyam, kepada Ketua Komunitas Pejuang untuk Islam Rizal Marasabessy, dan dalam rapat-rapat internal PA 212 agar diendors menjadi Cawapres Prabowo," jelas Caleg PAN untuk DPR RI dari Dapil II DKI Jakarta yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri itu.
Saat ijtima ulama, nama UAS juga diusulkan oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Ustad Sobri Lubis dengan didampingi Sekjen FPI Munarman, dan dirinya yang duduk di samping Munarman.
Ada beberapa alasan mengapa nama UAS diusulkan:
1. Prabowo perlu didampingi ulama karena ini merupakan amanat dari Habib Rizieq Shihab
2. Jumlah pendukung UAS sangat banyak dan efektif untuk membantu mendongkrak perolehan suara Prabowo dan memenangkan Pilpres
3. Jika telah menjadi Wapres, UAS akan dapat berdakwah dengan lebih mudah karena tak ada lagi yang bisa mencegah dan mempersekusi dirinya, dan dia juga dapat membantu Prabowo tak hanya dalam meningkatkan pemahaman agamanya, tapi juga mewakili tugasnya
4. Dengan menjadi Wapres, daya jangkau dakwah UAS akan lebih luas, bahkan dapat menyentuh seluruh penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 226 juta orang.
"Jika dengan semua alasan ini UAS masih juga menolak rekomendasi ulama, maka dia telah kufur nikmat, karena Allah mungkin memang telah memberi dia jalan menjadi ulama sekaligus umaro," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika UAS bersedia menjadi Cawapres, umat Islam akan mendukungnya secara penuh. Bahkan dari kicauan masyarakat di media sosial, mereka juga siap urunan untuk membiayai kampanye Prabowo-UAS, sehingga dana Rp10 triliun kemungkinan bisa dengan mudah didapat," katanya.
Seperti diketahuih hasil ijtima GNPF-Ulama pada 27-29 Juli lalu merekomendasikan UAS dan politikus PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai Cawapres Prabowo. UAS telah menyatakan menolak rekomendasi itu karena ingin tetap di jalan dakwah. (rhm)







