Jakarta, Harian Umum - Pendiri Jakarta Barometer, Jim Lomen Sihombing, memberikan catatan positif atas kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam menata Hutan Kota di sekitar Cawang, Jakarta Timur, dekat kampus UKI.
Pasalnya, tempat tersebut disalahgunakan sekelompok masyarakat untuk aktivitas yang sangat merusak tatanan sosial dengan melakukan perbuatan asusila (praktik LGBT) di tempat fasilitas umum.
Selain itu, para pelaku LGBT itu juga tidak menjaga kebersihan Hutan Kota Cawang, dan tidak mempedulikan kehidupan sosial di sekitarnya.
"Ini (memang) patut mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov DKI Jakarta. Melarang dan menghentikan aktivitas di taman Hutan Kota tersebut adalah tindakan yang TEGAS dan TEPAT," kata Jim melalui siaran tertulisnya, Rabu (2/8/2023).
Jakarta Barometer MENGECAM Komnas Ham yang mengkritik kebijakan Pj Gubernur tersebut, karena menurutnya, Komnas Ham seolah-olah berkedok Hak asasi manusia semata, tetapo tidak melihat secara jauh dan jernih persoalan tersebut.
"Komas Ham melupakan bahwa tugas pemerintah adalah menjalankan ketertiban umum, di mana ketika ada masyrakat yang mengganggu dan menggunakan tempat umum dengan tidak semestinya, maka wajib pemerintah melarang kegiatan tersebut," katanya.
Terkait kebijakan dan ketegasan Heru dalam menata ulang kabel-kabel optic yang telah memakan korban beberapa hari lalu, Jakarta Barometer juga memberikan apresiasi.
Sebab, sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan, Heru memberikan waktu hingga akhir 2023 kepada pegusaha jaringan kabel optic agar segera memindahkan kabel-kabelnya ke dalam tanah.
"Kabel-kabel tersebut selain sudah memakan korban masyarakat, juga sangat merusak nilai estetika Kota Jakarta," kata Jim.
Alumni Universitas Trisakti ini menegaskan, Jakarta Barometer akan ikut memantau pergerakan aktivitas pemindahan kabel-kabel tersebut agar kebijakan yang telah ditentukan tidak dilecehkan dan diabaikan.
"Jakarta Barometer juga mengimbau jajaran Pemprov DKI untuk tegas dalam menertibkan aktivitas masyarakat yang mengganggu mobilitas dan merusak nilai estetika masyarakat, seperti banyaknya pasar kaget, spanduk spanduk partai dan Caleg yang menghalangi pandangan pengguna kendaraan yang bisa berakibat fatal, dan lain-lain," katanya.
Dalam mendorong terwujudnya Jakarta menjadi Kota Global, kata Jim, Jakarta Barometer meminta jajaran Pemprov DKI segera membenahi kinerja, peka terhadap dinamika masyarakat, dan tetap tegas dalam menjalankan tugas penertiban kegiatan sosial yang merugikan kota Jakarta. (man)





