JAKARTA, HARIAN UMUM - Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim penerapan ganjil-genap cukup efektif untuk mengurangi jumlah kendaraan. Sebab masyarakat yang menggunakan mobil terdorong untuk beralih naik angkutan umum.
"Artinya bahwa kebijakan ganjil genap ini efektif untuk memperbaiki kinerja traffic. Jauh dari aspek kecepatan, waktu perjalanan lebih pendek, itu yang dirasakan," kata Syafrin seperti dikutip Kompas.com, Kamis (8/8/2019) malam.
Bahkan menurut Syafrin, terjadi pengurangan volume kendaraan sebesar 40 persen. "Asumsinya mobil jadi sekitar 40 persen berkurang karena mereka kan bergantian," ujarnya.
Kondisi tersebut menurut Syafrin mendorong pihaknya memperluas ganjil-genap. Selain itu menurutnya, dengan menurunnya jumlah kendaraan di jalanan, maka akan berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Efeknya akan menurunkan polusi udara.
"Oleh karena itu indikator lain ganjil-genap ini adalah meningkatnya kualitas lingkungan, polusi udara menurun. Karena memang dari aspek jumlah kendaraan bermotor turun," kata dia.
Di tempat terpisah Abdurrahman Suhaimi, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta menuturkan, sebelum menerapkan perluasan ganjil genap, Pemprov DKI harus mempersiapkan kajian matang terlebih dahulu.
“Itu perlu kajian, apabila diperluas harus ada hitungan ril berapa dampaknya untuk mengatasi polusi udara,” ujar Suhaemi, Jum'at (9/8/2019).
Suhaimi juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tak justru menyusahkan masyarakat. “Karena kalau kebijakan itu menyebabkan masyarakat susah mencari nafkah, maka bisa berdampak fatal nantinya,” terangnya.
Perluasan pembatasan kendaraan bermotor ini akan dilakukan di 25 ruas jalan di Ibukota dari jumlah sebelumnya hanya 9 ruas. Itupun belum termasuk pembatasan di ruas tol. (Zat)






