Teheran, Harian Umum - Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Kamis (11/6/2026), mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup total.
"Mulai saat ini, karena ketidakamanan di kawasan tersebut, Selat Hormuz dinyatakan ditutup untuk lalu lintas semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dan setiap lalu lintas akan menjadi sasaran," kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia dalam sebuah pernyataan dikutip dari Tasnim.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia menjelaskan, kebijakan itu dilakukan karena Amerika Serikat (AS) makin intens menyerang negaranya, terutama menyerang target-target di selatan Iran, seperti di Provinsi Hormozgan, kota Pelabuhan Bandar Abbas, dan bahkan wilayah di sekitaran Selat Hormuz, sehingga jalur air yang memasok 1/5 kebutuhan minyak global itu dianggap tidak aman .
Markas besar membantah klaim AS bahkan kapal-kapal tanker telah dapat melalui Selat Hormuz dengan pengawalan pasukan mikiternya.
"Klaim Amerika Serikat bahwa kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, ditolak,' katanya.
Dalam pernyataan serupa, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengatakan bahwa Selat Hormuz ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan
"Selat Hormuz akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata IRGC. (man)







