Jakarta, Harian Umum- Black campaign kembali menerjang pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2019, Pabowo-Sandi. Kali ini melalui tayangan video berdurasi 01:25 menit yang sejak Senin (18/3/2019 hingga Selasa (19/3/2019) ini viral di media sosial.
Dalam video itu, Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin nampak berada dalam sebuah pengajian yang dihadiri puluhan umat Islam, dan pengajian ini menghadirkan seorang pendakwah yang mengatakan hal-hal yang dinilai warganet sebagai fitnah terhadap Prabowo-Sandi.
Inilah yang diucapkan si pendakwah dalam video yang diunggah akun Twitter @tohir2349 itu:
"Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir ada Hari Santri apabila sampai Kiai Ma'ruf ini kalah. Jawabnya hanya satu, kalau ingin semuanya masih, 17 April yang akan datang semua kita jawab untuk memenangkan Kyai Ma'ruf Amin. Itu adalah jawaban, bagaimana menyelamatkan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan bagaimana menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia".
Selama si pendakwah bicara, Ma'ruf nampak diam saja, seolah membenarkan, sehingga dia dan konten video ini dibanjiri komen negatif dari pendukung 02. Apalagi karena saat debat Cawapres pada Minggu (17/3/2019), Maruf mengatakan bahwa dia akan melawan hoaks, dan mengajak semua pihak melawannya, karena hoaks merusak tatanan bangsa Indonesia.
"Kok bisa begini ya?" komentar mantan staf ahli Kementerian ESDM Muhammad Said Didu melalui akun @saididu.
"Apakah banyak yang ketakutan setelah Romi ditangkap? Mengapa harus membuat opini yang berbahaya seperti ini?" kritik @INGSUN_ABDILLAH.
"Lha, ini sih lebih parah dari kasus ibu-ibu Karawang sih. Kalau ibu-ibu Karawang sebar fear mongering dengan latar belakang pendidikan mereka yang rendah, lah kalo ini jauh lebih mengerikan karena fear mongering dilakukan oleh tokoh agama," kata @kafiradikal.
"Yth Pak @jokowi dan pak Yai Maruf. Sesuai dengan debat cawapres kemarin, kata pak Yai; siapa bilang azan di masjid akan dihilangkan .. dst ... Tolong tangkap penyebar hoax ini, meskipun pak Yai ada di video ini. Ayo komit," kata @IpungLombok.
"Ber" Sumpah Atas Nama Allah" tapi beredar video hadiri majelis (dan membiarkan?) si pembicara sebar fitnah keji serta hoax Black Campaign. Naudzubillah ...," kritik @ZAEffendy.
"Kpd Yth Pak @jokowi Pak Kyai Maruf Amin, Tolong diburu penyebar hoax dalam video ini sesuai komitmen anda berdua! Cc @DivHumas_Polri #KartuSaktiPrabowoSandi," pinta @RajaPurwa.
Atas beredarnya video ini, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan, pihaknya akan segera mengusut laporan tersebut sebagai temuan Bawaslu.
"Bawaslu akan segera menindaklanjuti ini sebagai temuan," kata Fritz seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (19/3/2019).
Meski demikian ia mengatakan, jika ada masyarakat yang membuat laporan terkait konten video ini dengan disertai barang bukti, dipersilakan karena akan sangat membantu Bawaslu dalam menangani kasus ini. (rhm)







