Jakarta, Harian Umum - TikTok dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya hingga 1.000 karyawannya di berbagai negara.
Karyawan yang di-PHK adalah karyawan dari tim operasi dan marketing.
Seperti dilansir Kumparan dari The Information, Sabtu (25/5/2024), rencananya TikTok akan membubarkan seluruh tim operasi pengguna global yang bekerja dalam dukungan pengguna dan komunikasi. Sedangkan sisa staf operasi disebut akan bekerja di divisi TikTok lain, termasuk divisi trust and safety, marketing, konten dan tim produk.
"Analis memprediksi alasan PHK tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Banyak sumber yang percaya untuk pemotongan biaya perusahaan, terutama akibat perubahan aturan. Ditambah lagi, potensi penjualan di Amerika Serikat (AS) menjadi faktor kontribusi," kata Kumparan.
Pengurangan karyawan pada divisi user support diperkirakan akan membuat waktu tunggu lebih lama bagi layanan pelanggan.
Sementara itu, TikTok Singapura, seperti dimuat di thestar.com, belum mengumumkan PHK di negaranya, akan tepi karyawan non-serikat pekerja dikabarkan telah mencari bantuan dari Aliansi Tripatrit untuk Manajemen Sengketa (TADM) terkait kabar ini. (man)





