Jakarta, Harian Umum - Sebanyak 1.000 orang ditargetkan akan mengikuti pelayanan kesehatan yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis (TB) sedunia, Tingkat Kecamatan Kramatjati, di Jalan Pasar Kecil, Tanah Merah RT 008/RW 04 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Senin (20/3/2017).
Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan berupa deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TB), kusta, HIV/AIDS dan penyakit tidak menular (PTM) lainnya.
Hadir pada kegiatan ini, Wakil Walikota Jakarta Timur M. Anwar, Camat Kramatjati Eka Darmawan, Lurah Tengah Tarmiji, Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Sholikhah Darmawie dan para Lurah se-Kecamatan Kramatjati. Hadir pula para tokoh masyarakat, kader PKK dan warga setempat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk dapat menuntaskan penularan TB di wilayah Kecamatan Kramatjati dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan,” kata Wakil Walikota.
Anwar memberikan apresiasi kepada warga yang telah ikut melakukan pemeriksaan kesehatan. “Ini suatu bukti bahwa warga peduli dan mau memeriksa kesehatannya,” katanya.
Terkait peringatan Hari TB Sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, selain diadakan pengobatan untuk warga, juga digelar sosialisasi tentang penyakit TB, PTM, Kusta dan HIV, agar mereka mengerti gejala penyakit dan memahami cara penularannya.
“Harapan saya, jika ada warga yang gejala batuk-batuk, panas dingin segera memeriksakan kesehatan ke Puskesmas atau Rumah Sakit agar bisa segera ditangani dan tahun penyakitnya,” ujar Wakil Walikota.
Wakil Walikota berharap kegiatan skrining ini dapat mendeteksi dini berbagai penyakit yang ada, yaitu kusta,TB, PTM dan HIV. “Sehingga bisa menekan angka penderitanya di wilayah Jakarta Timur dan warga Jakarta Timur sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Kramatjati Sholikhah Darmawie mengatakan, pemilihan lokasi skrining di RT 008/ RW 04 Kelurahan Tengah, karena di tempat tersebut banyak ditemukan kasus TB.
“Disini terdapat penderita TB terbanyak dan selain itu menjadi kantung dalam kasus penyakit kusta, PTM dan HIV terbanyak yang berada di wilayah Kecamatan Kramatjati,” katanya.
Banyaknya kasus penyakit, disebabkan pemukiman penduduk yang ada sangat padat. Hal ini membuat penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat sulit.
“Dengan adanya kegiatan disini ini diharapkan dapat menekan jumlah penyakit TB, Kusta, HIV dan PTM dan sekaligus mengajarkan warga masyarakat melaksanakan PHBS,” ujarnya.
Dari 1.000 rumah yang ditargetkan untuk didatangi, pihaknya sudah berhasil menyambangi 1.259 rumah. Sementara dari 3.490 orang yang mengikuti skrining, tercatat 218 orang melakukan cek dahak dan ada 23 orang terdiagnosa TB.
“Harapan saya setelah adanya kegiatan ini kesadaran masyarakat dalam melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat akan semakin baik, karena jika masyarakat sudah melaksanakan PHBS dengan baik, maka semua macam penyakit bisa ditekan dan menjadi sehat,” pungkasnya.







