Jakarta, Harian Umum - Paska kerusuhan 22 Mei lalu, beredar video seorang remaja laki-laki dipukuli dan diseret oleh 10 orang bersenjata laras panjang, bertameng dan menggunakan sepatu bot.
Lokasi kejadian dari keterangan yang menyebar di media sosial diduga di dekat Masjid Al Huda, Jakarta Pusat.
Menanggapi kejadian tersebut, Mabes Polri membantah telah melakukan penganiayaan di dekat Masjid Al Huda, di sekitar Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat tersebut.
"Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir," kata Kepala Biro Penerangan (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo seperti dilansir CNNIndonesia, Sabtu (25/5).
Menurut Dedi, aparat tengah mengamankan aksi para perusuh di lokasi tersebut. Sebab pelaku yang diketahui bernama A alias Andri Bibir diduga menyiapkan batu untuk menyerang petugas.
"Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan," tuturnya.
Seperti diketahui dalam video berdurasi kurang lebih 42 detik itu terlihat 10 orang yang berpakaian polisi mengeroyok seorang remaja pria yang sudah tersungkur di tanah
Dalam video itu sekitar 10 orang itu melakukan pengeroyokan secara bergantian dengan cara ditendang dan dipukuli dengan tongkat. Usai dipukuli dan ditendang, orang yang tengah dipukuli itu pun diseret salah satu pria pakaian serba hitam itu. (Zat)







