Jakarta, Harian Umum- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, M Rico Sinaga, mengatakan, jajarannya yang berjumlah 3.870 personel akan maksimal mendukung kinerja Posko Monitoring Pemilu 2019 demi Pemilu yang damai, aman dan lancar.
"Komitmen kami, FKDM selalu siap menjalankan tugas dan fungsi melakukan deteksi dini dan cegah dini sebagaimana diembamkan oleh pemerintah, termasuk dalam pengamanan Pemilu," katanya kepada harianumum.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (27/1/2019).
Ia menegaskan, selama bertugas di Posko yang dimulai pada 1 Februari hingga setelah hari pencoblosan pada 17 April 2019, jajarannya bersinergi dengan instansi pemerintahan, Ormas dan partai politik yang dilibatkan di Posko, termasuk dengan tiga pilar yang berasal dari unsur Pemda, kepolisian dan TNI.
Ia yakin, Pemilu 2019 di Jakarta akan aman, damai dan lancar, karena selain aparat dan elemen-elemen masyarakatnya telah siap, juga karena mayoritas warga Jakarta merupakan warga berpendidikan yang paham artinya menjaga ketenangan dan kedamaian.
"Karena itu saya pernah menolak keras hasil survei Setara institut yang dirilis pada Januari 2019 lalu, yang tidak memasukkan Jakarta sebagai 10 kota paling toleran di Indonesia, karena menurut saya, hasil survei itu subyektif dan parameternya tidak jelas," katanya.
Ia mengingatkan bahwa meski penduduk Jakarta multi etnis dan multi agama, di Jakarta tidak pernah terjadi pertikaian berbau SARA.
Kalaupun umat Islam pernah berkali-kali melakukan aksi damai bertajuk Aksi Bela Islam dan Aksi Bela Tauhid dengan jumlah massa hingga jutaan orang di Jakarta, namun hal itu dilakukan dalam rangka menyampaikan aspirasi dan menuntut keadilan, bukan bentuk intoleransi. Apalagi karena aksi-aksi itu juga berakhir dengan damai dan tertib. Bahkan tak ada taman maupun jalur hijau yang rusak, serta tidak ada sampah yang berserakan.
"Jadi, Jakarta sebenarnya kota yang sangat toleran karena warganya punya kesadaran tinggi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, yang merupakan unsur penting dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," tegasnya
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) akan mendirikan Posko Monitoring Pemilu 2019 di 318 titik di seluruh penjuru Ibukota.
"Lokasinya di 267 kelurahan, 44 kecamatan, 5 wilayah kota administasi, Kabupaten Kepulauan Seribu dan tingkat provinsi. Jadi, di setiap kelurahan, kecamatan, kota, kabupaten dan provinsi akan ada satu Posko," jelas Plt Kepala Bakesbangpol Taufan Bakri kepada harianumum.com di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2019).
Setiap Posko akan diisi personel dari 22 instansi pemerintahan, Ormas, dan partai politik seperti personel Bakesbangpol dan Sudin Kesbangpol; Satpol PP; Dinas dan Sudin Perhubungan; Dinas dan Sudin Olahraga dan Pemuda; Kodim; Korwil Binda (Badan Intelijen Daerah); Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM); dan Timses peserta Pilpres 2019 dan Pileg 2019.
Personel di Posko ini akan bertugas memantau seluruh aktivitas yang berkenaan dengan Pileg dan Pilpres 2019, baik yang terkait dengan pemasangan atribut partai maupun kampanye para calon yang bertarung di Pilpres dan Pileg.
Taufan meyakini. dengan adanya Posko ini setiap potensi yang tak diinginkan pada proses penyelenggaraan Pemilu 2019 akan dapat diantisipasi, sehingga Pileg dan Pilpres dapat berlangsung aman dan terkendali. (rhm)







