Jakarta, Harian Umum- Perumahan Balaroa di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menjadi kawasan paling parah terdampak gempa berkekuatan 7,4 SR pada Jumat (28/9/2018) sore yang berpusat di Donggala.
Menurut Kepala Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, tanah di perumahan ini amblas hingga 5 meter dan ada jalan yang naik hingga setinggi rumah.
"Ini terjadi karena perumahan itu berada dj jalur Sesar Palu Koro, patahan yang menjadi pemicu gempa," katanya saat jumpa pers di kantornya di Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).
Selain hal tersebut, parahnya kondisi perumahan itu diakibatkan oleh mekanisme guncangan saat gempa terjadi, yakni naik turun.
Akibat kondisi ini, seluruh bangunan di perumahan itu ambruk dan hancur dan ada yang terperosok ke dalam lubang yang menganga.
"Total ada 1.477 unit rumah yang rusak di perumahan ini," katanya.
Hingga siang ini BNPB mencatat, korban tewas akibat gempa dan tsunami di Donggala dan Palu yang sudah dapat dievakuasi mencapai 844 orang. Jumlah ini masih akan bertambah karena masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan rumah dan bangunan. (rhm)







