Jakarta, Harian Umum- Tokoh masyarakat Betawi yang juga mantan Bendahara Umum (Bendum) Bamus Betawi, Munir Arsyad, menilai Ahmad Syakhu pantas menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena punya pengalaman di birokrasi.
"Pak Syaikhu mantan wakil walikota Bekasi, sehingga ia paham benar tentang tata kelola pemerintahan dan birokrasi," katanya kepada harianumum.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (5/3/2019).
Ia menilai, pihak-pihak yang menolak sosok ini karena dianggap bukan warga Jakarta dan tak paham permasalahan Ibukota, tidak sepenuhnya benar.
Menurut Caleg Gerindra untuk Dapil DKI Jakarta V ini, Syaikhu memang warga Bekasi, namun politisi PKS ini memiliki banyak kawan dan kerabat di Jakarta, sehingga tentunya telah tahu banyak tentang Jakarta dari penuturan dan cerita-cerita kawan-kawan dan kerabatnya itu.
Selain itu, tegas Munir, dari obrolannya dengan Syaikhu kemarin, saat ia dan mantan wakil walikota Bekasi itu bertemu, ia tahu bahwa selama ini Syaikhu selalu mengikuti perkembangan Jakarta, sehingga tahu persis apa saja permasalahan yang dihadapi kota metropolitan ini.
"Lagipula Pak Syaikhu ini sosok yang cerdas. Dia pasti dapat beradaptasi dengan cepat dengan birokrasi di lingkungan Pemprov DKI, sehingga tidak akan membebani Gubernur Anies Baswesan dan bahkan sebaliknya, insya Allah dapat membantu Gubernur mewujudkan visinya menjadikan Jakarta sebagai kota yang maju dan bahagia warganya," tegas Munir.
Yang juga perlu digarisbawahi, imbuh ketua umum Yayasan Perguruan Islam (YPI) As Sa'adah, Jakarta Timur yang juga mantan ketua Tim Kampanye Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk wilayah Jakarta Timur ini, Syaiku merupakan seorang ustad dan juga putra Betawi.
"Tanpa maksud menyinggung masalah SARA, saya yakin warga Betawi di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bekasi, pasti bangga kalau ada putra Betawi yang menjadi Wagub pengganti Pak Sandiaga Uno, setelah dulu Jakarta punya gubernur putra Betawi, yakni Fauzi Bowo," pungkasnya.
Seperti diketahui, kursi Wagub DKI sejak Aguatus 2018 kosong karena Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk mengikuti Pilpres 2019.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, pengganti Sandi adalah kader partai pengusungnya di Pilkada, atau dalam hal ini PKS dan Gerindra yang mengusung Sandi di Pilkada Jakarta 2017, bersanding dengan Anies Baswedan.
PKS dan Gerindra telah menetapkan dua nama yang bakal menggantikan Sandi, yakni Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. Kedua nama ini bahkan telah diserahkan kepada Gubernur Anies Baswedan dan telah pula diteruskan ke DPRD untuk dipilih salah satunya sebagai pengganti Sandi, melalui sidang paripurna.
Sayang, hingga kini belum terdengar kabar bahwa dari sembilan fraksi di DPRD DKI, fraksi mana yang akan memilih Syaiku dan mana akan memilih Agung, karena yang terdengar juatru sebagian besar fraksi-fraksi itu masih menolak sosok Syaikhu dan Agung dengan alasan kduanya tidak memahami masalah Jakarta.
Penolakan ini telah muncul sejak PKS mencuatkan nama Syaikhu dan Agung sebagai pengganti Sandi.
Fraksi yang menolak di antaranya PDIP, PKB, Hanura dan Nasdem. (rhm)







