Jakarta, Harian Umum- DPP PKS dan Gerindra disarankan untuk merembukkan satu nama yang akan menggantikan Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI Jakarta, sehingga pengganti Sandi merupakan figur yang pas, tepat dan mumpuni sebagai pendamping Gubernur Anies Baswedan.
"UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Pilkada mengatur bahwa untuk penggantian posisi wakil gubernur, partai pengusung mengajukan dua nama kepada DPRD untuk dipilih salah satunya. Karena partai pengusung Sandi di Pilkada Jakarta 2017 hanya dua, yakni PKS dan Gerindra, maka kedua partai ini masing-masing dapat mengajukan satu nama," ujar Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah kepada harianumum.com di Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Ia menyambut baik pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elit DPP PKS malam ini di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, untuk membahas masalah figur pengganti Sandiaga itu, dan ia berharap pertemuan ini akan menghasilkan sebuah skenario dimana ketika dua nama diajukan Gerindra dan PKS ke DPRD, yang dipilih adalah figur yang telah disepakati kedua partai tersebut.
Ketika ditanya apakah figur dimaksud adalah wakil ketua DPRD DKI yang juga ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik yang selama ini ramai diberitakan layak menjadi pengganti Sandi? Amir menjawab bahwa di antara semua kader Gerindra di Jakarta, Taufik adalah politisi yang paling pas untuk menduduki jabatan ketua DPRD DKI periode 2019-2024.
"Gerindra saat ini merupakan salah satu partai yang diprediksi paling berkibar di 2019, sehingga bukan mustahil hasil Pileg 2019 akan menempatkan partai ini menjadi partai dengan perolehan kursi paling banyak di DKI Jakarta, sehingga berhak untuk mendapatkan posisi ketua Dewan," katanya.
Jika hal itu terjadi, lanjut ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) ini, maka Taufik merupakan sosok yang pas untuk menggantikan Prasetio Edi Marsudi sebagai ketua DPRD, karena selama dia menjadi wakil ketua DPRD DKI periode 2014-2019, dia terlihat lebih menonjol dibanding pimpinan DPRD DKI yang lain, sehingga jika dia nanti memimpin DPRD, bisa jadi lembaga legislatif itu akan memperlihatkan kinerja yang lebih baik dibanding periode yang saat ini masih berjalan.
"Karena itu, Taufik sebaiknya berkonsentrasi untuk kembali terpilih di Pileg 2019, karena jika dia nanti menjadi ketua Dewan, sinergi antara eksekutif dan legislatif bisa akan sangat baik, karena Taufik dan Anies Baswedan dapat bekerja sama untuk saling mendukung demi kemajuan Jakarta," imbuh Amir.
Ketika ditanya jika bukan Taufik, maka siapa yang pantas menggantikan Sandi? Amir menyebut nama Nurmansyah Lubis, politisi PKS yang pernah dua periode menjadi anggota DPRD DKI.
"Nama ini sudah muncul di internal PKS, dan dianggap pas untuk menggantikan Sandi karena sama-sama memiliki background di bidang ekonomi," katanya.
Menurut pengamat yang telah malang melintang di Jakarta sejak 1970-an ini, jika dilihat dari backgroundnya, Nurmansyah Lubis pas menggantikan Anies, karena politisi ini selain dikenal cerdas, juga sebelum menjadi politisi merupakan seorang PNS.
"Dia mantan auditor di BPK," tegasnya.
Amir yakin jika politisi yang akrab disapa Bang Anca ini menjadi Wagub DKI, opini yang diberikan BPK atas laporan keuangan DKI 2017, dapat terulang pada laporan keuangan DKI 2108, karena Anca tahu persis bagaimana keuangan daerah harus dikelola secara baik.
Seperti diketahui, Sandi mundur karena menjadi Cawapres pendamping Prabowo Subianto untuk bertarung di Pilpres 2019 kontra pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Pengunduran diri Sandi telah diterima Presiden Jokowi, dan surat pemberhentiannya telah diterima Gubernur Anies Baswedan.
Soal adanya pertemuan Prabowo dengan elit PKS malam ini, disampaikan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
"Kalau nggak salah nanti malam itu pimpinan PKS akan bertemu dengan Pak Prabowo di kediaman Pak Prabowo di Kertanegara," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Ia berharap dengan adanya pertemuan ini akan menghasilkan kesepakatan dan keputusan tentang siapa yang sebaiknya menggantikan Sandi.
"Ya, kita lihat nanti mudah-mudahan kita tergantung pada pembicaraan kedua belah pihak anatara PKS dan Pak Prabowo," pungkasnya. (rhm)







