Jakarta, Harian Umum - Pasca di temukan suspect covid-19 di beberapa pasar di DKI Jakarta, Akhirnya Perumda Pasar Jaya mengambil sikap.
Sebelumnya terkonfirmasi bahwa Pasar Jaya tidak akan menutup pasar suspect, melainkan sebatas pengontrolan secara ketat. Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik Pasar Jaya Dono Pranomo di sela kegiatan penyemprotan disinfektan di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada 9 juni 2020.
Direktur utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin melalui konferensi virtual dengan Koordinatariat Wartawan Balaikota-DPRD DKI pada hari kamis (11/6) mengklarifikasi pernyataan Pasar Jaya sebelumnya.
Arief menyampaikan akan dilakukan penutupan pasar suspect selama 3 hari.
"Jika ditemukan kasus, pasar akan di tutup selama 3 hari," ujarnya.
Dari 150 pasar di DKI Jakarta, 19 pasar suspect telah dilakukan penutupan. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya pasar kedip Kebayoran Lama dinyatakan suspect covi-19.
"Jadi itu semuanya sudah dilakukan ketika memang 19 pasar itu sudah teridentifikasi adanya terpapar covid. Tetapi yang belum seperti pasar kebayoran lama hasilnya belum keluar, pesanggrahan belum keluar, pondok labu belum keluar, ya kita belum melakukan penutupan," ungkapnya.
Data yang disampaikan, Dari 19 pasar itu yang sudah dites sebanyak 1,418 pedagang. Yang diketemukan hasil (positif) itu ada 6 pasar. Totalnya terpapar sebanyak 52 orang. Selebihnya yang 10 pasar masih menunggu hasil, 3 pasar dinyatakan negatif dari pengecekan.
Sementara di singgung soal pasar lainya, Arief mengungkapkan bahwa Pasar Jaya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan.
"Kita lagi berkoordinasi dengan dinkes terkait persiapan rapidnya. Kemungkinan rapid, bukan swab test. Untuk mendeteksi areal. Ini kita lagi rencanakan karena ini kan ada peralatan-peralatan yang harus disiapkan lebih dulu. Nanti saya akan sampaikan detail perencanaannya berapa pasar yang perlu kita rapid. Yang pasti memang pasar pangan yang saat ini tetap beroperasi. Kalau yang tidak, ya kita tidak lakukan ini," ungkapnya.
Disinggung soal ritme penyemprotan disinfektan, dia menjelaskan bahwa penyemprotan ini sudah dan akan terus dilakukan sampai ditetapkan dihentikan.
saya ingin jelaskan. Kita justru sudah melakukan 2 minggu sekali penyemprotan dari awal covid itu tiba di Jakarta. Jadi kita sudah melakukan penyemprotan desinfektan dan sampai saat ini rutin berjalan dan juga kita kerja sama dengan PMI juga melakukan penyemprotan," jelasnya.
Disamping penyemprotan, Perumda Pasar Jaya akan meniru pasar di Vietnam dengan memberlakukan Psycal Distancing.
"Saya lihat contoh di pasar Vietnam sempat di halaman parkir dan membuatnya kosong isi kosong isi ganjil genap jadi social distancingnya dilakukan. Di pasar tradsional kami sebenernya kita juga sudah melakukan ganjil genap. Tanggal 15 nanti temen2 bisa melihat paar kita bukanya ganjil genap", tambahnya.
Arief juga memaparkan mekanisme genap ganjil bagi kios akan mengikuti penyesuaian nomor kios dengan tanggal. "Buka nya nomor kios mengikuti tanggal kalender kita. Misalkan tanggal 1 berarti ganjil. Nomor kos ganjil yang buka. Tanggal 2 genap berarti nomor kios genap yang buka". (hnk)







