Jakarta, Harian Umum- Kasus ditemukannya 2 orang pedagang yang positif covid-19 di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan memaksa pemerintah mengambil tindakan menutup sementara pasar tersebut selama 14 hari kedepan terhitung sejak tanggal 7 Juni 2020.
Hal tersebut menambah deretan orang yang postif pasca di tetapkan nya PSBB Tranasisi pada Juni 2020 ini.
Namun demikian, meski pemerintah kota Jakarta Selatan melalui Lurah Kebayoran Lama telah menutup sementara pasar ini, hal tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap aktifitas di pasar yang selalui ramai sejak pagi sampai siang hari.
Disamping ramai, banyak ditemukan pedagang dan pengunjung tidak memenuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Salah satunya tidak menggunakan masker.
Dadan 41 th, salah satu pedagang menyebutkan bahwa faktor kebutuhan ekonomi yang memaksa tetap beraktifitas.
"Terpaksa mas, bukanya enggak takut, tapi butuh (uang)" katanya (6/8).
Sampai pantauan wartawan selesai, belum terlihat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pengawasan atau tindakan penegakan aturan.
Dihubungi via whatsApp, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji belum memberikan tanggapan atas kondisi keramaian pasar tersebut.
Sebelumnya, Camat Kebayoran Lama, Aroman mengatakan, ada satu pedagang Pasar Kedip Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang positif Covid-19. Hal ini diketahui setelah 70 pedagang menjalani tes swab sehingga Pasar Kedip ditutup sementara selama 14 hari.
Aroman mengatakan, setelah terkonfirmasi positif Corona, pedagang tersebut dikarantina secara mandiri di rumahnya dengan dikontrol oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Ia menuturkan pedagang tersebut adalah orang tanpa gejala, berusia 40 tahun dan terlihat sehat. (hnk)







