Jakarta, Harian Umum - Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu, Muslim Arbi, menyarankan Cawapres nomor urut 03 yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), yakni Mahfud MD, agar segera mundur dari Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo.
Saran itu disampaikan Muslim menyaksikan Debat ke-4 yang diselenggarakan KPU, Minggu (21/1/2025), di.mana debat itu mempertemukan tiga Cawapres yang berkontestasi di Pilpres 2024, yakni Muhaimin Iskandar (Cawapres nomor urut 01), Gibran Rakabuming Raka (Cawapres nomor urut 02) dan Mahfud MD.
"Setelah menyaksikan debat Cawapres kemarin malam, saya sarankan Pak Mahfud MD segera mundur dari kabinet sebagai Menkopolhukam," kata Muslim.seperti dikutip dari siaran tertulisnya, Selasa (23/1/2024).
Ada beberapa alasan yang dikemukakan Muslim terkait hal ini, yakni sebagai Menkopolhukam, baik pada Debat ke-4 maupun ke-2 yang keduanya merupakan Debat Cawapres, Mahfud MD menyerang Presiden Joko Widodo dan kebijakan-kebijakan. Padahal, Mahfud masih menterinya presiden yang akrab disapa Jokowi itu.
"Meski Presiden Jokowi membuat aturan bahwa menteri dan pejabat negara tidak perlu mundur jika mengikuti Pilkada atau Pilpres, rasanya tidak etis dan kurang bermoral kalau Mahfud menyerang "bosnya". Meskipun aturan itu dibuat Jokowi lebih untuk bela kepentingan puteranya, yaitu Gibran Rakabuming Raka yang juga menjadi Cawapres meski masih menjabat sebagai walikota Solo," katanya.
Ia melihat, dengan tidak mundurnya Mahfud dari kabinet dan tindakannya menyerang Jokowi dalam dua kali debat, selain tidak fair, juga menunjukkan kalau mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu hanya mengejar jebatan dengan meghalalkan segala cara.
"Sebagai Cawapres yang usianya lebih tua dari Cawapres 01, apalagi jika dibandingkan dengan usia Cawapres 02, seharusnya Mahfud dapat menjadi panutan dan teladan politik bagi rakyat dengan memposisikan diri berada di luar pemerintahan seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Tidak perlu meniru Prabowo, karena Paslon 02 didukung full oleh Jokowi," katanya.
Muslim berharap, agar Pilpres berjalan fair, Mahfud segera saja mengundurkan diri. Apalagi karena Mahfud juga dikenal berada dalam komunitas KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) yang memandang politik adalah ibadah, sehingga dalam aktivitasnya, KAHMI menhedepankan dan menjunjung tinggi moral dan etika.
"Jika Mahfud mundur, maka dia akan menorehkan sejarah luhur dan agung di Bangsa ini, sekaligus memberi pelajaran berharga kepada Presiden Joko Widodo yang sedang membangun politik dinasti dan politik keluarganya meski ditentang rakyat Indonesia," pungkas Muslim. (rhm)







