Jakarta, Harian Umum- Calon presiden nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto, menyampaikan keinginan untuk melakukan reorientasi pembangunan dan pengelolaan negara yang lebih baik jika terpilih menjadi presiden pada 17 April 2019 mendatang.
Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam.
"Reorientasi adalah untuk mengubah arah, dari arah tidak benar ke arah yang benar (demi) membela rakyat dan kepentingan bangsa Indonesia," katanya.
Menurut ketua umum Partai Gerindra ini, bangsa yang kokoh hanya bisa diwujudkan jika negara menjamin swasemba pangan, energi, air bersih.
Selain itu, negara yang kokoh juga hanya bisa diwujudkan jika negara memiliki lembaga pemerintahan yang kuat serta angkatan perang yang unggul.
"Visi-misi kami, kami beri nama visi misi Indonesia Menang," imbuhnya.
Pidato kebangsaan ini dihadiri ribuan pendukung Prabowo dan Cawapresnya, Sandiaga Uno, serta dihadiri para ketua partai pengusung dan pendukung Koalisi Indonesia Adil Makmur tersebut, seperti Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden PKS Sohibul Imam, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto.
Dalam kesempatan ini, Prabowo dan Sandi menjelaskan lima prioritas dalam visi-misinya untuk menjadikan RI sebagai negara kuat. Prabowo menyebutkan visi-misinya itu dalam tajuk 'Indonesia Menang'.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan bahwa Indonesia harus menang, bukan menjadi bangsa yang kalah. Ia ingin ada keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan keadilan yang hanya dinikmati segelintir orang saja.
"Indonesia harus menang, bukan jadi bangsa kalah, bukan bangsa yang minta-minta. Bukan bangsa yang terus berutang, bukan bangsa yang tidak membela rakyatnya sendiri," kata dia dengan disambut para hadirin dengan bergemuruh. (man)







