Jakarta, Harian Umum - Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi melaunching Kampanye Peduli Lingkungan Sampah Plastik. Selama ini sampah plastik banyak ditemui mencemari lingkungan karena sulit untuk didaur ulang.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI sekaligus Ketua Seknas Prabowo-Sandi ini menjelaskan, langkah nyata mengurangi sampah plastik dengan menyebarkan 20 ribu tas kertas sebagai pengganti, ke semua pasar tradisional di Jakarta. Sebab, jika sampah platik tidak dihentikan efeknya buruk sekali terhadap lingkungan. Pasangan nomor urut 2 akan terus mengkampanyekan gerakan anti sampah plasik.
’’Ini berdasar hasil kajian dan diskusi kami dengan ahli lingkungan. Berbahaya sekali sampah plastik,’’ kata Muhamad Taufik di poskos Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2018).
Tas kertas itu berwarna cokelat dengan logo Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Ada tulisan 'PEDULI LINGKUNGAN', nama Prabowo-Sandiaga.
Wakil Ketua DPRD DKI itu menerangkan, secara bertahap Seknas Prabowo-Sandi akan kampanye gerakan anti sampah plastik ke beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya, Jakarta, Semarang, Pekanbaru, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT).
’’Nanti relawan dan caleg yang bergerak ke pasar-pasar tradisional,’’ jelas dia.
Alasan, gerakan menukar kantong plastik dengan kantong kertas di pasar tradisional, kata Taufik, di sana lah lebih banyak menggunakan plastik.
’’Apa saja, beli cabai pakai plastik, beli daging pake plastik. Pasar tradisional ya yang saya temui di Jakarta dan di berbagai daerah pun seperti itu,’’ tegasnya.
Taufik berharap kepedulian masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik akan semakin meningkat. Pihaknya pun akan terus menyusuri pasar-pasar tradisional di wilayah lain setelah launching pertama saat ini berjalan dengan baik.
“Mudah-mudahan ini merangsang semua orang untuk sama-sama bergerak menjaga lingkungan. Mudah-mudahan dalam tiga hari habis, kita cetak lagi," ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini Seknas akan menyasar ke dermaga dermaga penyeberangan ke Pulau Seribu. Sebab, di sana sampah plastiknya sudah sangat mengkhawatirkan.
’’Semua yang akan menyebrang akan ditukar plastiknya dengan kantong ini secara gratis,’’ tandasnya.(tqn)







