Jakarta, Harian Umum - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan mengevaluasi institusi kepolisian secara menyeluruh dalam waktu cepat, karena evaluasi dan transformasi Polri dinilai sebagai isu penting.
"Saya tegaskan, Presiden memang sudah bersikap untuk melakukan evaluasi terhadap institusi kepolisian, dan akan dilakukan dalam waktu yang cepat karena itu sudah menjadi concern Presiden," kata Pigai di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Ia menjelaskan, evaluasi dan transformasi kepolisian ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja kepolisian, karena jika reformasi institusi kepolisian dilakukan melalui transformasi agar lebih kredibel, akuntabel dan memberi rasa keadilan dalam proses penegakan hukum di masa yang akan datang.
"Jadi, reformasi itu untuk hal baik. Lakukan namanya reformasi dan transformasi supaya lebih profesional, progresif, dan impartial dalam proses penyelidikan. Kemudian, penguatan institusinya, instrumentalnya diperbaiki, institusinya diperbaiki, dan peningkatan profesionalisme personel," bebernya.
Menurut Pigai, transformasi ini akan melibatkan beragam elemen, mulai dari senior jenderal polisi, para pakar, dan praktisi.
"Kalau sejauh yang saya pahami, lebih banyak (dari kalangan) profesional," katanya.
Salah satu yang bisa dipastikan Pigai terkait dengan transformasi kepolisian ini adalah pelaksanaan tugas yang mengedepankan hak asasi manusia.
"Kan ada peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Prinsip-prinsip Pelaksanaan Tugas Kepolisian Berbasis HAM. Pasti itu menjadi salah satu yang dipertimbangkan dalam reformasi," kata Pigai. (rhm)


