DENGAN kerjasama membangun IKN, Jokowi membuka jalan bagi China untuk menguasai Ibu Kota Negara
---------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Peta Baru China yang dirilis oleh rezim Xi Jinping setelah KTT BRICS, memperlihatkan watak Beijing yang sesungguhnya.
Nafsu ekspansionis China semakin nampak nyata, meski dengan India akan tetap berkelahi, begitu juga dengan Taiwan dan klaim Laut China Selatan.
Meski India akan tetap mempertahankan hubungan yang normal dengan Beijing, tetapi ketegangan perbatasan dengan India, Aruchanal Pradesh di Himalaya Timur dan Aksai Chin di India, juga hubunga nya dengan Taiwan, dan sengketa Laut China Selatan yang mengundang ketegangan Vietnam, Brunai, Philipina dan pasti Indoensia.
Hingga hari ini. China tetap mengklaim Laut Utara Natuna sebagai wilayah Laut China Selatan.
China meski kalah di Pengadilan Internasional di Deen Haag, Belanda, di bawah Hukum Batas Teritori Internasional dalam UNCLOS, tetapi tetap ngotot akan wilayah perairan itu sebagai wilayahnya.
Indonesia di bawah Rezim Jokowi jelang masa akhir jabatannya, mengikat kerjasama di Chandu tanggal 28 Juli 2023 lalu dalam 8 poin kerjasama dan kerjasama dalam membangun IKN, Ibu Kota Nusantara yang merupakan Ibukota negara yang baru.
Dengan janji investasi Rp175 triliun, kerjasama membangun IKN,dan dengan dirilisnya peta Baru China, terutama soal sengketa di Laut Utara Natuna, akan membuat Indonesia akan dimangsa China di tahun-tahun mendatang.
Rencana pembangunan IKN dengan porsi saham pembangunan 20% Indonesia dan 80% RRC, itu sama saja dengan Indonesia mengundang China membangun Ibukota negara untuk kepentingan China. Apalagi masa konsesianya 160 tahun.
Dengan ngototnya China di Laut Utara Natuna sebagai Laut China Selatan, dan dengan kerjasama membangun IKN, Jokowi membuka jalan bagi China untuk menguasai Ibu Kota Negara di daratan dan akses masuk China melalui Laut China Selatan di laut justru akan mudah bagi China untuk ekspansi wilayahnya.
Jadi, dengan rili Peta Baru China ini Jokowi segera saja membatalkan perjanjian kerjasama dengan China, baik 8 poin perjanjian kerjasama maupun rencana bangun Ibu Kota Negara.
Jika Jokowi tidak nembatalkan itu, terutama rencana membangun IKN, maka Jokowi dianggap menjual negara, Tanah Air dan kedaulatan kepada China dengan harga murah.
Dan untuk itu Jokowi akan dianggap sebagai musuh negara, karena dianggap mengkhianati Tanah Air, kedaulatan dan kemerdekaan yang diperjuangkan dengan sangat mahal oleh bangsa Indonesia.
Mojokoerto, 31 Agustus 2023







