Jakarta, Harain Umum - Hari kedua Jambore Sispala Jakarta 2023 yang diselenggarakan Forum Alumni Sispala Jakarta (FASTA) di Ekowisata Mangrove PIK, Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (29/7/2013), 277 peserta diberi lima meteri coaching clinics.
Kelima materi tersebut adalah:
1. Orienteering oleh Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) DKI Jakarta dan kompetisi orienteering untuk memperebutkan piala dan hadiah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta;
2. Kayak oleh Sea Kayak Indonesia yang dipimpin Saleh Alatas;
3. Snake Handling/Animal Rescue oleh Tabu Snake & Animal Rescue;
4. Water Rescue oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DKI Jakarta; dan
5. Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan (PPGD) oleh Dr Rommy/Tim Medis Mapala UI.
Sebelum coaching clinics dimulai, kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh BPBD Jakarta Utara tentang Alat Pembelaan Diri Terhadap Bencana, Terutama Bencana Perkotaan.
Untuk mengikuti materi kelima coaching clinics, para peserta yang berasal dari 43 SMA/SMK dan yang sederajat di Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor dan Bekasi, dibagi ke dalam lima materi tersebut.
Coaching clinics ini sangat seru. Apalagi karena semua peserta nampak begitu bersemangat mengikuti materi yang mereka jalani. Terlebih peserta yang menjalani coaching clinic jenis kayak, water rescue dan orienteering.
Mereka yang mengikuti kayak mendapat pelatihan bagaimana menggunakan kayak, perahu kecil yang dikendalikan dengan dayung, dengan benar di sungai Ekowisata Mangrove, sementara yang mendapat pelatihan water rescue diajarkan melakukan penyelamatan ketika terjadi bencana di air. Lokasi pelatihan juga di sungai Ekowisata Mangrove.
Mereka yang mengikuti orienteering diminta menemukan check point-check point dengan berbekal peta sebagai navigasi, sambil berlari. Mereka yang menemukan semua check point dalam waktu yang lebih cepat, itulah pemenangnya.
Coaching clinics ini dimulai pukul 10:00 hingga pukul 16:00 WIB.
"Coaching clinics ini bertujuan agar para siswa yang notabene semuanya merupakan anggota Sispala di sekolahnya masing-masing, mengetahui dan memahami materi-materi ini, karena sangat penting," kata Ketum FASTA, Adji Rimbawan.
Ia menyebut, dengan memiliki kemampuan menggunakan kayak, siswa berpotensi menjadi atlet kayaknya jika memang berminat pada olahraga ini. Apalagi karena kayak telah menjadi jenis olahraga prestasi dan dikompetisikan.
"Kalau water rescue, itu jelas untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada siswa tentang bencana di perairan dan bagaimana mengatasinya. Sedang orienteering mendidik siswa untuk pandai menggunakan peta dan navigasi, karena ini penting ketika terjadi bencana maupun ketika dalam.kondisi darurat," katanya.
Snake Handling diajarkan bagaimana siswa menangani ular, termasuk ketika hewan itu ditemukan saat bencan banjir dan bencana lainnya.
"Jadi, goal dari coaching clinics ini adalah peningkatan kapasitas dan kemampuan siswa-siawa Sispala dalam kebencanaan," tegas Adji.
Reynaldo, peserta water rescue dari SMAN 42 Jakarta mengaku senang mendapatkan pelatihan ini.
"Seru, karena ketemu teman-teman baru, nambah pengalaman, banyak sekali," katanya dengan kondisi basah kuyup.
Reynaldo bahkan mengaku kalau materi water rescue membuatnya tak takut lagi pada air.
"Tadinya saya takut tuh sama kedalaman air. Sekarang nggak lagi," katanya
Reynaldo juga mengatakan, jika FASTA kembali menyelenggarakan Jambore Sispala, dia akan ikut lag.
'Pasti ikut," katanya. (man)


